Gelar Diskusi Bersama Generasi Milenial, Nanda – Wanedi Panen Pujian

PolitikaMalang – Salah satu ciri pemimpin yang baik yakni bisa mengambil keputusan cepat dan tepat pada momen krusial, dan sosok Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban menunjukkan secara langsung di hadapan para peserta diskusi di Cafe Solidaritas, Jalan Kalpataru, pada Jumat (19/1) malam.

Ungkapan pujian akan kesigapan Dr. Ya’qud Ananda Gudban dalam mengambil itu disampaikan langsung oleh Koordinator Arek Jatim Malang Raya, Wahyu Eko Setiawan yang diberi kesempatan untuk membuka acara diskusi dengan peserta para anak muda dan simpatisan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang tersebut.

Berawal dari pembukaan acara diskusi dengan agenda menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saat itu pembawa acara memanggil satu nama yang sudah didapuk menjadi dirigen bagi audiens. Nama yang dipanggil tak kunjung datang, sehingga dengan sigap Dr. Ya’qud Ananda Gudban, mengambil peran dengan menjadi dirigen bagi para audiens.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, wanita yang akrab disapa Nanda Gudban itu langsung mendapatkan apresiasi dan tepuk tangan meriah dari para peserta diskusi tersebut.

“Hal ini menunjukkan jika Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban adalah sosok yang tanggap dalam mengambil keputusan dikala kondisi sedang tidak kondusif, seperti contoh hal kecil barusan,” ucap Wahyu Eko Setyawan.

Ia menambahkan, karakter pemimpin yang cepat, tanggap serta memiliki kapasitas tersebut saat ini dibutuhkan oleh Kota Malang di masa mendatang, sehingga kehadiran Pasangan Calon Dr. Ya’qud Ananda Gudban dan H. Ahmad Wanedi patut mendapat dukungan masyarakat.

“Arek Jatim mendukung pemimpin yang berkualitas seperti beliau berdua,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang juga dihadiri Calon Wakil Wali Kota Malang, H. Ahmad Wanedi itu, Nanda Gudban menjelaskan beberapa alasan yang membuatnya maju di Pilkada Malang 2018. Dari Pengalamannya 10 tahun sebagai anggota legislatif di DPRD Kota Malang, Nanda melihat ada berbagai problematika yang belum diselesaikan oleh Pemerintah Kota Malang seperti masalah macet, banjir hingga pembangunan pasar.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

“Saya 10 tahun menjadi anggota DPRD Kota Malang. Tugas kita hanyalah membuat kebijakan dan mengawasinya yang mengerjakan adalah eksekutif dalam hal ini pemerintah. Karena itu untuk menyelesaikan persoalan Kota Malang saya dan pak Wanedi perlu untuk masuk di tataran eksekutif karena fungsinya memang melakukan eksekusi program,” kata Nanda Gudban.

Hal lain yang menjadi semangat Nanda Gudban dan Ahmad Wanedi maju di Pilkada Malang, adalah potensi besar kota yang belum mampu dimanfaatkan dengan baik selama ini. Nanda, menjelaskan jika Kota Malang ini memiliki banyak modal dasar yang seharusnya mampu dimaksimalkan untuk menyelesaikan berbagai problematika masyarakat.

Memiliki 57 Perguruan Tinggi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi dan potensi tingkar perekonomian yang baik merupakan dasar bagi Kota Malang untuk bisa menjadi lebih berkembang dari yang saat ini.

“Kota kita ini punya puluhan perguruan tinggi, apakah selama ini mereka tidak dilibatkan sebagai tim pemikir atau tim think tank untuk menyelesaikan masalah macet, banjir dan sebagainya. Padahal mereka memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah itu. Hal Ini adalah masalah komunikasi yang harus dibangun antara eksekutif dan perguruan tinggi,” tuturnya.

Karena itu, dalam mengarungi Pilkada Malang 2018, Pasangan Calon Nanda – Wanedi mengusung jargon Ayo Noto Malang yang memiliki filosofi mengajak bersama seluruh komponen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan.

“Ini kembali kepada Pancasila kita dimana nilai gotong royong dalam membangun daerah ini perlu kita perkuat kembali. Membangun Kota Malang tidak bisa dilakukan satu atau dua orang saja tapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan pula, selama ini Kota Malang terkenal sebagai kota pendidikan, pariwisata dan industri, sehingga kepemimpinannya harus merepresentasikan hal itu sehingga berbagai permasalahan bisa diselesaikan dengan tepat dan tuntas.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

“Pemimpin harus by design dan masyarakat bisa bersama menciptakan pemimpin yang baik dengan melihat visi dan misinya bukan saja dari tampilan visualnya,” tukasnya.

Sementara, Calon Wakil Wali Kota Malang, H. Ahmad Wanedi, menegaskan jika harmonisasi dalam sebuah kepemimpinan di tataran eksekutif harus dibangun dan dipertahankan. “Saya dan Mbak Nanda sudah berkomitmen untuk tidak pecah kongsi dan bersama membangun Kota Malang,” kata Wanedi.

Dalam kesempatan itu, para peserta diskusi sangat antusias menggali pemikiran Nanda – Wanedi dalam menyelesaikan permasalahan di Kota Malang seperti kemacetan, pendidikan, banjir hingga industri. Lontaran pemikiran pasangan calon itu mendapat apresiasi sangat antusias dari para peserta.

Leave a Reply