Geng Wahyudi: Anak Muda Harus Melek Politik

PolitikaMalang – Upaya menumbuhkan kesadaran berpolitik bagi para kawula muda terus digencarkan beberapa kalangan. Salah satu yang sadar akan hal itu adalah kelompok dari Anak Muda Hebat (AMH) yang menginisiasi helatan Duta Politik Kota Malang Tahun 2018.

Grand Final Pemilihan Duta Politik Kota Malang 2018 digelar di Hall Malang City Point pada Sabtu (13/1) malam. Dalam kesempatan itu beberapa tokoh seperti Calon Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husein hingga sosok politisi senior, Moch Geng Wahyudi menjadi dewan juri yang menilai para kontestan.

Politisi senior yang juga Penasehat DPW Partai NasDem Jawa Timur, M. Geng Wahyudi, dalam sambutannya, mengapresiasi adanya gelaran Duta Politik ini karena para finalis mampu mengeksplorasi pengetahuannya mengenai pentingnya politik dalam sebuah pembangunan negara dan juga tingkat daerah.

“Ini tentunya memberikan pencerahan kepada pemilih pemula atau anak muda sehingga mereka tidak buta akan politik dan antipati terhadap politik,” kata Geng Wahyudi.

Ia berharap, dengan adanya kontestasi Duta Politik ini mampu menumbuhkan kesadaran para anak muda untuk ikut aktif memberikan hak suaranya dalam Pilkada Malang yang digelar tahun ini.

“Kita tahu bahwa jumlah pemilih pemula di Kota Malang ini cukup besar,” tukasnya.

Sementara, Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husein, mengatakan, jika perkiraan jumlah pemilih pemula di Pilkada Kota Malang mencapai 24 persen atau sekitar 17 ribu pemilih. “Tentunya acara ini cukup bagus dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula bagi anak muda,” kata Ashari.

Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, mengatakan, para anak muda atau pemilih pemula harus mendapatkan edukasi politik yang baik, terutama menjelang Pilkada Malang 2018.

Baca Juga :   Sidak Pasar Bunul, Walikota Sutiaji Bagi-Bagi Masker

Ia menjelaskan, para anak muda berperan dalam menciptakan sosok pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat Kota Malang, caranya yakni dengan berpartisipasi dalam ajang pesta demokrasi.

“Ikut menciptakan pemimpin itu adalah dengan mengajak mereka mengenali para calon, mengenali visi dan misi, serta mengimbau para pemilih pemula yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilih-nya,” kata Nanda sapaan akrabnya.

Selain itu, Nanda juga menjelaskan, jika dalam upaya membangun daerah tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja melainkan harus bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat.

“Butuh kebersamaan dan gotong royong bersama-sama dalam membangun sebuah daerah dan anak muda harus menjadi garda terdepan dalam hal ini,” pungkasnya.

Leave a Reply