Golkar Mulai “Merapat” ke PKB

PolitikaMalang - Konstelasi politik di Kota Malang jelang Pilkada pada 2018 mendatang sudah mulai memanas. Sejumlah partai politik telah merapatkan barisan untuk melakukan penjajakan demi terwujudnya koalisi dalam rangka memperebutkan kursi kekuasaan dalam pesta demokrasi tahun depan. Gerak politik itu, salah satunya ditunjukkan oleh Partai Golkar Kota Malang. Sejumlah pimpinan partai, hari ini, Selasa (23/5) melakukan kunjungan kepada DPC PKB Kota Malang.

Rombongan yang dipimpin Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko itu ditemui langsung Ketua DPC PKB yang juga calon petahana dalam pilkada yakni H. Moch Anton. Selain silaturahmi, kunjungan tersebut juga merupakan sinyal kuat, partai berlambang pohon beringin itu ingin merajut koalisi dengan PKB dalam kontestasi pilkada.

Sofyan Edi Jarwoko, di hadapan H. Moch Anton dan kader PKB mengapresiasi kinerja pemerintahan selama ini dan akan mendukung serta menguatkan pemerintahan di masa mendatang. “Kami dari Partai Golkar mengapresiasi kinerja Pemkot Malang di bawah kepemimpinan Abah Anton dan akan mendukung penuh pemerintahan pada masa mendatang,” kata Sofyan Edi Jarwoko.

Jika kedua partai ini sepakat berkoalisi, maka perysaratan untuk mengajukan calon sudah terpenuhi. Hal itu dikarenakan saat ini Golkar memiliki 5 kursi di legislatif sedangkan PKB memiliki 6 kursi, sehingga jika di total berjumlah 11 kursi dan melebihi persyaratan minimum 9 kursi legislatif untuk mengajukan calon. “Kedekatan dan jalinan ini semakin menghangatkan hubungan demi terwujudnya Kota Malang yang baik di masa mendatang,” tukasnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua DPC PKB Kota Malang, mengaku sangat menyambut kunjungan Partai Golkar dalam rangka penjajakan koalisi. Pria yang akrab disapa Abah itu menekankan, jika PKB harus berkoalisi untuk memajukan calon dalam kontestasi pilkada di tahun depan. Menurutnya, partai tingkat provinsi dan DPP sudah sepakat mengajukan nama-nya kembali menjadi calon kuat untuk mempertahankan kursi N-1 di pilkada mendatang.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

Bahkan, Abah Anton memberikan patokan, jika koalisi bukan untuk tawar menawar posisi calon wali kota sebab, PKB sudah memberikan sinyalemen agar kepemimpinannya sebagai Wali Kota Malang berlanjut hingga tahun 2023. “Kalau ada partai ingin koalisi dengan PKB, hanya untuk N-2 (calon wakil wali kota),” kata Abah Anton usai meresmikan Taman Terusan Dieng, Selasa malam.

Ditanya apakah, PKB akan koalisi dengan Golkar, Abah Anton belum bisa memutuskan hal itu, karena proses politik masih panjang dan dinamika di dalamnya masih bisa berkembang seiring dengan kondisi yang ada di lapangan. Selain itu, Abah Anton mengaku jika mesin partai sudah berjalan dengan baik jelang pilkada dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting.

Menanggapi jalannya mesin partai di tubuh PKB, Ketua PAC Kecamatan Sukun, Mulyanto, menambahkan, jika pihaknya siap menyambut helatan pesta demokrasi pada tahun mendatang. Sejumlah agenda sudah dipersiapkan partai untuk menghadapi ajang Pilkada, Pilgub Jatim hingga Pileg 2019. Khusus untuk Pilkada, Mulyanto yang juga ketua Fraksi PKB itu mengatakan, jika setiap anggota DPRD dari partai itu diharuskan untuk menjaring 1.000 warga agar memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKB. Tujuannya,  para kader itu akan terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi tentang calon wali kota yang diusung PKB yakni Abah Anton.

“Partai sudah bulat mengusung Abah Anton, jadi tidak ada calon lain untuk N-1 (calon wali kota) selain beliau,” kata Mulyanto,

Leave a Reply