GP Ansor Gelar Diskusi Publik “Bareng-bareng Noto Malang”

 

PolitikaMalang – “Bersama Menata Kota Malang”. Begitu komitmen Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Malang, menghadapi tahun 2018 mendatang. Dalam upaya merealisasikan hal itu, GP Anshor Kota Malang menggelar Silaturahim dan Dialog Terbuka Tokoh Perempuan Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban dengan mengangkat tema “Bareng-Bareng Noto Kota Malang”.

Silaturahim dan Dialog Terbuka Tokoh Perempuan Kota Malang itu akan dihelat di Aula Pesma Al Hikam, Kota Malang, Rabu (13/12/2017), pukul 19.00 WIB.
Ya’qud Ananda Gudban, anggota DPRD Kota Malang dipercaya sebagai pemateri didampingi Ketua PC GP Ansor Kota Malang, H Nur Junaidi Amin, Kasatkorcab Banser Kota Malang, HM Sarbini.

Alasan mengambil Nanda, jelas Ketua PC GP Ansor Kota Malang, H Nur Junaidi Amin, karena temanya soal tokoh perempuan Kota Malang. Nanda dinilai sangat refresentatif di bidang tersebut.

“Dia sosok perempuan muda yang sudah berkarir di dunia politik. Dia perempuan yang menjabat Ketua DPC Partai Hanura, tokoh inspiratif dan produktif. Nanda juga representasi dari generasi milenial,” jelas Junaidi, Rabu (13/12) sebagaimana rilis resmi yang diterima Politika Malang.

Tak hanya itu, sosok Nanda katanya juga sosok perempuan yang cocok untuk generasi zaman Now atau generasi Milenial. “Nantinya akan banyak mendiskusikan soal peran perempuan untuk bersama-sama menata Kota Malang,” jelasnya.

Selain diskusi, dalam acara tersebut, GP Ansor Kota Malang, akan memberikan jaket Banser secara simbolis kepada Nanda. “Sebagai tokoh perempuan muda yang terbukti menjadi pelopor kreativitas dan inspirasi bagi kaum muda dan perempuan di Kota Malang,” katanya.

Diketahui, Nanda merupakan sosok perempuan yang tidak asing dengan banom NU yang bernama Ansor, Ayahnya pernah menjadi ketua PW Ansor NTT tahun 1963 , begitu juga Kakaknya yang sekarang ini mengemban amanah sebagai bendum PW GP Ansor NTT. Selain latar belakang keluarga yang memiliki kesamaan dalam organisasi di NU, pengalaman Nanda dalam sektor keperempuan sangat luar biasa, tak hanya diakui di level lokal Malang, Jawa Timur dan nasional. Tapi sudah sering dipercaya mengisi banyak acara atau pertemuan tingkat internasional.

Baca Juga :   Walikota Malang Sidak Perkantoran, Efektifkan PPKM Tahap 2

“Banyak hal inspiratif yang bisa diambil dari perjuangan Nanda. Karenanya, GP Ansor Kota Malang mensuport dia untuk bersama menata Kota Malang menghadapi tahun 2018,” pungkas Junaidi.

Nama Ya’qud Ananda Gudban kini semakin diperhitungkan sebagai sosok yang diprediksi banyak kalangan mampu melawan dominasi petahana, H. Moch Anton dalam Pilkada Malang tahun 2018. Elektabilitasnya terus menanjak naik seiring dengan kegiatan aktifnya terjun ke kantong-kantong masyarakat.

Dukungan dari tiga partai yakni Hanura-PAN-PPP atau yang akrab disebut poros Harapan Pembangunan makin memuluskan langkah Nanda untuk mendaftar sebagai Calon Wali Kota Malang resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang.

Gabungan tiga partai itu mengoleksi sebanyak 10 kursi di DPRD atau melebihi ambang syarat pendaftaran pasangan calon ke KPU Kota Malang, yakni mininal dukungan dari partai politik atau gabungan partai politik berjumlah 9 kursi.

Jargon “Ayo Noto Malang” yang terus digelorakan Nanda Gudban juga makin dikenal luas oleh masyarakat. Slogan itu memiliki nilai filosofis visi dan misi Nanda Gudban dalam membangun Kota Malang di masa mendatang.

“Ayo Noto Malang” merupakan ajakan Nanda kepada semua elemen masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam membangun daerahnya. Menurut Nanda pembangunan tidak bisa dilaksanakan oleh satu atau dua orang saja, melainkan harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

 

 

Leave a Reply