Gus Ali Ahmad Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Laut di Kabupaten Malang

PolitikaMalang – Memiliki bentangan laut terluas di Jawa Timur dan garis pantai mencapai 102,62 kilometer, Kabupaten Malang punya potensi luar biasa di bidang kelautan. Deretan pantai indah yang berjajar di sepanjang jalur lintas selatan (JLS) tidak hanya menjadikan Malang sebagai “Kabupaten Seribu Pantai”, tetapi juga menjadi salah satu sentra penghasil ikan laut yang cukup menjanjikan untuk menopang ketahanan pangan dan gizi masyarakat setempat.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang produksi ikan tangkap laut tahun 2018 mencapai 16.071,03 ton. Naik drastis dari tahun 2017, yang hanya 3.394,62 ton. Faktor cuaca disinyalir punya andil besar dalam proses tangkap laut. Data DKP Kabupaten Malang, tahun 2016 terjadi paceklik ikan, karena saat itu kondisi cuaca ekstrim dengan gelombang besar, sehingga banyak nelayan yang tidak melaut.

Melihat fakta ini, Inisiator Malang Raya The Little Indonesia, H Ali Ahmad mengatakan bahwa pemerintah diharapkan untuk memberikan pendampingan serta pelatihan secara kontinyu terhadap masyarakat nelayan. Tidak hanya dalam hal memasarkan hasil ikan segar, namun juga pengembangan produksi olahan berbahan baku ikan. Tujuannya jelas unuk menambah nilai jual ikan dan muaranya pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat nelayan.

Disisi lain, Pengasuh Ponpes Alhidayah Karangploso itu menyebut wilayah selatan Jawa khususnya Malang Selatan kata dia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan industri berbasis kelautan

“Salah satu buktinya, ikan tuna hasil tangkapan nelayan kita di laut selatan Malang menjadi “primadona” ekspor ke sejumlah negara, khususnya Jepang dan Amerika Serikat (AS). Ini luar biasa. Namun, sayangnya potensi perikanan laut kita masih belum terjamah dan tergarap dengan optimal,” kata Alumnus Universitas Islam Malang (UNISMA) tersebut.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Untuk mengopimalkan produktivitas nelayan di sejumlah pantai, khususnya Pantai Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Kata Gus Ali sapaan akrabnya pemerintah bersama stakeholder terkait harus punya gagasan yang revolusioner agar mampu mengangkat potensi dan produktivitas tangkapan.

“Beberapa waktu lalu, kita punya gagasan untuk mewujudkan “Water Front City” hingga pembangunan Pelabuhan Samudra di kawasan Pantai Tamban. Bahkan kajian dan rencana detailnya sudah dilakukan. Namun, sampai saat ini gagasan tersebut masih belum tersentuh. Ini yang sebetulnya harus kita angkat kembali,” beber Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sebelumnya rencana pembangunan Pelabuhan Samudra di Pantai Tamban gagal terealisasi lantaran Perhutani enggan melepas status lahan yang terkena proyek tersebut.

Padahal pelabuhan kata Gus Ali punya lima peran vital. Yaitu sebagai salah satu mata rantai logistik, lokomotif untuk menekan biaya logistik nasional, gerbang perekonomian daerah, perwujudan wawasan nusantara dan kedaulatan negara, serta tempat kegiatan alih moda transportasi laut dan darat.

Pelabuhan TPI Pondokdadap di Sendangbiru, saat ini menjadi satu-satunya pelabuhan terbesar di Kabupaten Malang, kondisinya sudah cukup padat dengan ribuan nelayan sehingga membutuhkan pelabuhan yang lebih representatif guna memaksimalkan hasil tangkapan ikan

“Keberadaan Pelabuhan Samudra di pantai selatan memiliki arti strategis, tidak hanya bagi Kabupaten Malang, tetapi juga daerah sekitarnya. Selain bisa mengangkat perekonomian di kawasan Malang selatan, baik dari sektor pertanian, perikanan, maupun hasil bumi lainnya, integrasi dengan JLS bisa menjadi pilihan lain arus ekspor impor,”pungkas calon DPR RI dapil Malang Raya ini.

Kedepan Gus Ali berharap pihaknya bisa membawa gagasan ini ke Senayan. Karena menurutnya peran Pemerintah Pusat, baik itu Kementerian Kehutanan selaku pemilik lahan dan Kementerian Kelautan sangat dibutuhkan untuk bisa merealisasikan hal ini.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Pasalnya, diyakini kebutuhan pembiayaan pembangunan pelabuhan samudra akan menyedot anggaran yang cukup fantastic dan mustahil bisa dicover Pemerintah Kabupaten Malang sendiri jika tidak ada campur tangan, pemerintah provinsi atau pemerintah pusat melalui APBN.

Leave a Reply