Gus Ali Ahmad: Perempuan Harus Berperan Dalam Pengambilan Kebijakan

PolitikaMalang – Partisipasi perempuan dalam bidang politik dinilai sangatlah penting. Hal ini diungkapkan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, H Ali Ahmad. Menurut pria yang juga Anggota Komisi XI DPR RI itu keberadaan mereka (perempuan.red) di arena politik hingga sampai pada posisi pengambil kebijakan, dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal dan mempengaruhi agenda dan proses pengambilan dan pembuatan kebijakan.

Ia pun membeberkan hasil survei Women research institute, Puskapol Fisip UI. Dari 100% responden, 58% menyatakan setuju jika semakin banyak perempuan duduk di DPR, 6% sangat setuju, dan 23% menyatakan tidak setuju (berasal dari laki-laki). 78% masyarakat indonesia percaya, setuju dan mendukung juga memberi kesempatan perempuan berada di arena politiik, 47% alasan memilih perempuan dalam politik karena memiliki kemampuan memperjuangkan perempuan dan aspirasi masyarakat.

“Tentunya ada efek positifnya dari keberadaan perempuan di politik dan parlemen adalah seperti penurunan angka korupsi. Rilis Barometer Global Corruption Transparency International juga menunjukkan bahwa perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk membayar suap dan cenderung tidak memaafkan korupsi,”beber Gus Ali sapaan akrabnya dihadapan kader Perempuan Bangsa di Hotel Aria Gajayana Malang, Minggu 5 Januari 2020.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, studi Bank Dunia juga menunjukkan bahwa peningkatan 8% dalam jumlah perempuan yang duduk di parlemen akan menurunkan 20% tingkat korupsi di negara itu.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad

Oleh karenanya, peran dan fungsi perempuan di kancah perpolitikan Indonesia diharapkan semakin diperkuat dan di perhatian. Persepsi publik bahwa perempuan adalah makhluk domestik yang tidak cocok dengan dunia politik mutlak harus diakhiri.

Menurutnya, keterwakilan perempuan di parlemen menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan.

“Perempuan memiliki talenta yang besar. Memiliki pandangan yang jauh kedepan, sehingga ide-ide mereka menguntungkan masyarakat jika saling bekerja sama dengan laki-laki. Alasan terpenting memasukkan perempuan dalam jajaran pemimpin politik dilandasi oleh fakta bahwa pengalaman hidup laki-laki dan perempuan berbeda sehingga mereka bisa saling mengisi dan menyempurnakan peran masing-masing,” pungkasnya.

Untuk itu pihaknya (PKB Kabupaten Malang) akan terus mendorong partisipasi dan peningkatan kapasitas kader perempuan PKB agar mampu berkiprah di politik.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Leave a Reply