Hadapi Pilkada, Kekuatan Besar Parpol Kota Malang Mulai Bersatu

PolitikaMalang – Jelang Pilkada Kota Malang pada 2018 mendatang, suasana politik sudah kian memanas. Usai Partai Golkar mencoba merapat ke PKB guna mendekati calon petahana, yakni H. Moch Anton, beberapa partai besar, justru sedang serius melakukan penjajakan demi terwujudnya koalisi.

Para elite partai politik dari PDI Perjuangan, Gerindra, PPP, Nasdem, PKS, PAN dan Demokrat, hari ini, Kamis (25/5) menggelar pertemuan untuk memantapkan terwujudnya koalisi dalam Pilkada mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan, Arif Wicaksono, mengatakan, pertemuan ini merupakan awal penjajakan dan membuka ruang komunikasi politik antar partai politik. Tujuannya, untuk menyamakan visi dan misi demi terwujudnya koalisi permanen.

“PDI Perjuangan diundang oleh beberapa partai politik tersebut untuk berdialog, menyamakan visi dengan maksud agar bisa membentuk koalisi permanen,” kata Arif Wicaksono.

Kekuatan partai politik yang bertemu pada hari ini bisa dibilang hampir mewakili tiga perempat suara di legislatif. PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki 11 kursi, sedangkan Gerindra memiliki 4 kursi, PPP 3 kursi, Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, Nasdem 1 kursi dan PKS 3 kursi di legislatif.
Sehingga jumlah total keseluruhan jika nantinya memutuskan berkoalisi sebanyak 31 kursi legislatif. Gabungan partai tersebut, hanya menyisakan Golkar dengan 5 kursi, Hanura 3 kursi dan PKB 5 kursi di legislatif.

“Visi besar yang kami usung dalam pertemuan kali ini adalah membawa Kota Malang lebih baik,” ungkap Arif Wicaksono.

Ia menambahkan, dengan pertemuan awal ini akan membuka ruang komunikasi politik untuk pertemuan selanjutnya, sehingga diharapkan mampu membentuk koalisi yang permanen.

“Kalau masalah nama calon N-1 dan N-2 masih belum muncul, kita masih samakan visi misi dulu,” tukasnya.

Seperti diketahui, konstelasi politik jelang Pilkada Kota Malang sudah mulai memanas. Calon petahana yang juga Ketua PKB Kota Malang, H. Moch Anton sudah menyatakan diri akan maju dalam pilkada. Bahkan, pria yang akrab disapa Abah Anton itu membuka peluang kepada partai politik lain untuk berkoalisi, dengan syarat tidak mengutak-atik posisi calon wali kota yang sudah pasti berasal dari PKB. Sehingga, koalisi hanya untuk menentukan siapakah yang akan mendampingi Abah Anton sebagai calon wakil wali kota dalam Pilkada tahun 2018 mendatang. Hingga saat ini, masih Golkar yang ‘merapat’ ke PKB untuk penjajakan koalisi.

Baca Juga :   David Lennon's 1965 Epiphone Casino

Leave a Reply