Hadapi Pilkada, PDI Perjuangan Kota Malang buka Pintu Koalisi

PolitikaMalang – Konstelasi politik terus menggelinding jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang tahun 2018 mendatang.

Kekuatan-kekuatan politik semakin hari, kian muncul di permukaan, baik dalam rangka pemanasan mesin politik ataupun penjakakan dengan partai lainnya untuk mencari kemungkinan koalisi.

Salah satu kekuatan besar dalam percaturan politik di Kota Malang yakni, PDI Perjuangan. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini memiliki 11kursi di legislatif, dan menjadi satu-satunya partai di Kota Malang yang bisa mengajukan calon wali kota dan wakil wali kota tanpa koalisi.

Meskipun bisa maju sendiri dengan mengusung kader dari internal partai, namun partai berlambang banteng ini tak mau jumawa. PDI Perjuangan siap menjalin koalisi dengan partai lain untuk mengusung calon dalam kontestasi pilkada kali ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Arief Wicaksono, mengatakan, membuka pintu koalisi merupakan sikap politik yang harus dilakukan untuk menghimpun berbagai kekuatan dalam menghadapi pilkada.

“Kita harus koalisi untuk Pilkada kali ini, karena meski ada 11 kursi, namun itu saja tidak cukup, sehingga perlu ada koalisi dengan partai lain,” kata Arief Wicaksono, Kamis (18/5).

Membuka kran koalisi dengan partai lain, menyebabkan formasi calon wali kota dan calon wakil wali kota tak hanya didominasi dari internal PDI Perjuangan. Hal itu dibenarkan oleh Arief Wicaksono, sebab, di beberapa Pilkada, seperti di Kabupaten Malang, calon yang kala itu diusung dari internal partai belum bisa menggulingkan petahana.

“Misalnya kader internal PDI mengusulkan untuk nama N1 (red: calon wali kota), maka untuk N2 (calon wakil wali kota) bisa dari partai yang kami ajak koalisi. Atau bisa juga sebaliknya kalau kita maju untuk N2, maka partai yang diajak koalisi mengusung N1. Namun partai dari tingkat ranting dan anak cabang menginginkan PDI Perjuangan maju untuk N1 pada pilkada mendatang,” tuturnya.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Bahkan, untuk mengerucutkan nama, DPC PDI Perjuangan sudah melakukan penjaringan internal partai mulai dari skala ranting hingga anak cabang. Penjaringan dilakukan di 5 Pengurus Anak Cabang (PAC) se Kota Malang.

Dari hasil penjaringan di PAC Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru, nama Arief Wicaksono, dipilih kader untuk maju dalam pilkada tahun ini.

Bukan itu saja, pada tanggal 1 Juni mendatang, PDI Perjuangan Kota Malang juga sudah membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota baik dari kalangan internal dan eksternal partai. Khusus hal ini, DPC PDI Perjuangan sudah menyiapkan “Tim 5” yang nanti akan mengurus administrasi sebelum hasil pendaftaran dilempar ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur.

Selain mekanisme pendaftaran pada tataran DPC, partai pemenang pemilu ini juga memiliki “jalur” pendaftaran calon lainnya, melalui DPD partai dan juga DPP partai, namun untuk dua jalur masih belum ada informasi lebih lanjut dari pihak partai.

“Untuk buka kran koalisi kita sudah berbicara dengan beberapa partai, meskipun belum mengerucut,” pungkasnya.

Leave a Reply