Hanura Kota Malang Buka Pendaftaran Bacalon N1 dan N2

PolitikaMalang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Malang, mengawali langkah menatap pilkada pada 2018 mendatang. Tim Pilkada Cabang (TPC) Hanura Kota Malang, Sabtu (22/7) resmi membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Kota Malang.

Upaya ini dilakukan karena Hanura Kota Malang masuk dalam kualifikasi ‘Grade A’ sesuai dengan perhitungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sehingga diwajibkan menjadi pengusung aktif dalam pilkada.

“Hanura Kota Malang memiliki tiga kursi di legislatif sehingga masuk dalam kualifikasi Grade A, karena itu harus mengusung calon di pilkada,” kata Hasan Priyo Husodo

Pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang dilakukan TPC Hanura ini dilakukan untuk menjaring para tokoh yang memiliki kapasitas untuk menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah.

“Selain menjaring tokoh dari kalangan internal partai, pendaftaran ini juga dilakukan untuk menjaring tokoh dari masyarakat umum,” imbuhnya.

Proses pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota dibagi dalam dua sesi. Pada 22 Juli sampai 30 Juli merupakan proses pengambilan formulir di Kantor DPC Hanura Kota Malang dan pada tanggal 1 Agustus hingga 18 Agustus, proses pengembalian formulir.

Adapun biaya administrasi yang dibebankan kepada bakal calon saat mengambil formulir yakni Rp 10 juta untuk formulir bakal calon wali kota dan Rp 7,5 juta untuk bakal calon wakil wali kota.

“Biaya administrasi tersebut nantinya akan digunakan untuk para pendaftar, termasuk di dalamnya biaya survei dan sebagainya,” tukasnya.

Nama Nanda Menguat di Kalangan Internal Partai

Berbicara masalah sosok calon dari internal DPC Partai Hanura Kota Malang, tentunya tak bisa dilepaskan dari nama Ya’qud Ananda Gudban. Wanita yang akrab disapa Nanda itu mengantongi dukungan dari 5 PAC untuk maju sebagai calon wali kota dalam pilkada mendatang.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Ketua PAC Lowokwaru, Imam Ghazali, mengatakan, kader tingkat ranting sudah bulat mendukung Nanda untuk maju sebagai bakal calon wali kota dalam pilkada mendatang.

“Sosok Bu Nanda ini namanya mencuat dari para kader ranting untuk maju dalam pilkada,” kata Imam Ghazali.

Begitu pula di berbagai PAC lain seperti Kedung Kandang, Klojen, Blimbing dan Sukun, nama Nanda yang juga menjabat sebagai Ketua DPC partai menjadi sosok calon kuat dari internal partai untuk maju di ajang pilkada.

Kendati begitu, karena Hanura menerapkan prinsip yang demokratis, maka baik kader internal dan eksternal partai harus melewati mekanisme yang berlaku termasuk mengikuti proses pendaftaran, survei hingga persyaratan lain yang diajukan.

“Kita mengusung prinsip yang demokratis, meskipun ada kader internal yang akan maju di pilkada tetap harus melewati skema yang sudah ditetapkan oleh partai, termasuk melakukan pendaftaran di TPC,” timpal Sekertaris DPC Hanura Kota Malang, Maman.

Hanura Kota Malang Masuk Skala Prioritas

Pilkada serentak pada 2018 mendatang ternyata membuat berbagai partai politik sudah memanasi mesin untuk meraih kursi di eksekutif. Wakil Sekertaris OKK DPD Hanura Jawa Timur, Agus Alam Jaya, mengatakan, pada pilkada mendatang partai besutan Wiranto ini menargetkan kemenangan pilkada sebanyak 60 persen di Jawa Timur.

“Calon yang diusung Hanura kita targetkan menang dengan prosentase 60 persen dari 18 pilkada di kabupaten kota. Jika di jumlah ada sekitar 7 sampai 8 daerah yang kita bidik untuk pemenangan, salah satunya di Kota Malang,” ujar Agus.

Selain Kota Malang, Agus Alam Jaya mengatakan ada beberapa kota dan kabupaten lain yang berpotensi memenangkan pilkada, yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.

Baca Juga :   Sidak Proyek Kayutangan Heritage, Walikota Malang Minta Kemudahan Akses Warga

Target ini merupakan lompatan yang cukup besar bagi Hanura Jawa Timur karena pada pilkada periode lalu partai ini sukses mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Jember.

“Ini dilakukan karena kita sudah melakukan restrukturisasi partai yang kuat hingga tingkat anak ranting,” tukasnya.

Ditanya soal Kota Malang, Agus mengaku jika para kader DPC sudah sangat bagus dan memiliki kemapanan berpolitik dan berhitung sehingga pilihan koalisi akan diserahkan sepenuhnya kepada para kader.

“Hanura Kota Malang ini perkembangannya luar biasa, saat ini memiliki 3 kursi dari pileg sebelumnya hanya 1 kursi, dan ini merupakan prestasi yang sangat baik, saya kira para kader Hanura Kota Malang sudah memiliki hitungan yang mapan pula dalam pilkada,” pungkasnya.⁠⁠⁠⁠

Leave a Reply