Hasil Polling Politika Malang: Petahana Menang!

PolitikaMalang – Jelang hari pencoblosan pilkada kota Malang esok (27/6), sejumlah media online telah merilis hasil polling yang selama ini telah berlangsung, termasuk Politika Malang. Polling tersebut dibuka sejak hari pertama kampanye sampai ditutup hari ini (26/6) dengan mengusung pertanyaan tentang siapa walikota – wakil walikota Malang pilihan pembaca.

Hasilnya, Dalam polling yang dapat dilihat di portal PolitikaMalang.com , pasangan calon nomor urut 2 yang juga petahana yaitu Mochamad Anton – Syamsul Mahmud (ASIK) memimpin dengan perolehan 44 persen, disusul pasangan calon nomor urut 3, Sutiaji – Edi (SAE) dengan prosentase 32 persen dan terakhir pasangan calon nomor urut 1, Ananda Gudban – Ahmad Wanedi (Menawan) dengan prosentase 25 persen. Artinya, walau pilkada kali ini diprediksi berlangsung ketat, hasil polling ini menunjukkan bahwa paslon ASIK diprediksi akan memenangkan pilkada Kota Malang 2018.

Sementara itu, berbagai tanggapan tentang hasil polling juga muncul dari para pengamat. Direktur eksekutif Hasta Komunika research & consulting, Muhammad Anas Muttaqin mengatakan bahwa walaupun metodologi polling jauh berbeda dengan survei yang memiliki akurasi tinggi, namun polling bisa diartikan sebagai gambaran sekilas potret keinginan masyarakat terutama netizen kota Malang.

“Walau tidak bisa jadi ukuran pasti, polling cukup direspon bagus oleh masyarakat karena sederhana, cepat dan mudah diakses” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika hasil polling itu alami, maka itu menunjukkan bahwa figur Anton masih dipercaya masyarakat walau saat ini sedang berurusan dengan KPK dan nyaris tidak bisa mengikuti tahapan kampanye.

“Saya kira salah satu alasannya adalah hasil kepemimpinan Abah Anton nyata dirasakan masyarakat, termasuk pelayanan publik, pembangunan kampung tematik, revitalisasi pasar, bus sekolah, bedah rumah, macito, revitalisasi taman dan lainnya” tambahnya.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Alasan lain, Pria yang juga konsultan branding ini menyebut bahwa selama ini modal sosial Anton cukup besar, sosoknya yang dikenal dermawan dan merakyat cukup melekat di masyarakat. Hal itu membuat pemilih militan atau loyal yang dimiliki Anton sulit bergeser ke paslon yang lain, apalagi Anton belum tentu divonis bersalah.

Terkait Kasus hukum yang sedang menerpa Anton dan Nanda, Anas melihat ada perbedaan respon masyarakat tentang keduanya. Anton sebagai petahana dinilai sudah berbuat untuk masyarakat, sementara Nanda belum sehingga berpengaruh pada persepsi pemilih. Menurutnya, tipikal masyarakat melodramatic cenderung bersimpati pada orang yang mereka nilai telah memperhatikan mereka, walau saat ini sedang bermasalah secara hukum.

Sedangkan paslon SAE walau tidak bermasalah hukum juga sedang dihadapkan pada polemik isu rumah tangga yang menerpa Sutiaji. Bahkan dari perkembangan terakhir bahwa Sutiaji telah menikah lagi juga sedikit banyak bisa berpengaruh pada persepsi pemilih terutama perempuan.

“Bisa jadi mayoritas masyarakat juga tidak melihat banyak keunggulan dari calon yang lain, atau tidak melihat perbedaan yang lebih baik sehingga tidak banyak mempengaruhi preferensi pemilih yang belum menentukan pilihan” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari pengamatan Politika Malang, hasil polling yang mengunggulkan petahana juga muncul di beberapa portal berita lain seperti Arema Media dan Reportase Malang. Akankah hasil polling ini sama dengan pilihan masyarakat? Mari kita tunggu sama – sama hasil pilkada Malang besok, selamat memilih!

Leave a Reply