Hasta Komunika: Parpol Harus Mulai Tabuh Genderang Politik

PolitikaMalang – Konstelasi politik jelang Pilkada Kota Malang sudah memanas. Partai besar sekelas PDI Perjuangan Kota Malang pada 1 Juni lalu sudah membuka pendaftaran untuk bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Begitu juga Partai Golkar yang diketahui sudah ‘menawarkan’ opsi koalisi kepada calon petahana yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang H. Moch Anton. Beberapa partai lain, seperti Gerindra, PPP, PKS, Demokrat, PAN dan Nasdem juga diketahui intens melakukan pertemuan dan komunikasi politik dengan tujuan membangun sebuah koalisi.

Tak hanya itu, sejumlah nama seperti, Sutiaji, Arief Wicaksono, Ya’qud Ananda Gudban, Sofyan Edi Jarwoko hingga Anang Hermansyah dan Moreno Soeprapto, masuk dalam bursa tokoh yang digadang-gadang maju dalam pesta politik warga Kota Malang tahun 2018 mendatang. Suhu politik yang semakin meningkat itu, menunjukkan jika petahana, H. Moch Anton bakal mendapat perlawanan ketat pada Pilkada Kota Malang.

Menanggapi konstelasi politik jelang Pilkada Kota Malang, Direktur Hasta Komunika Resreach & Consulting, Muhammad Anas Muttaqin, menuturkan jika sudah saatnya genderang politik mulai didengungkan, khususnya oleh partai politik. Karena partai politik sejak saat ini harus mulai memanaskan mesin politiknya, mengingat pilkada sudah di depan mata.

“Partai harus mulai melakukan penjaringan awal terkait tokoh – tokoh yang potensial untuk didukung di pilkada, baik dari internal maupun eksternal” kata Anas.

Para tokoh yang memiliki ‘ghirah’ untuk maju di pilkada, lanjut Anas, sudah harus mulai berani dan tidak malu untuk mengenalkan figurnya kepada masyarakat. Pasalnya, dalam konteks politik elektoral pilkada, peran partai politik justru tidak menjadi variabel penentu elektabilitas seorang calon, namun lebih kepada penilaian masyarkat apakah figur calon itu sendiri diterima dan layak didukung atau tidak.

Baca Juga :   Sidak Pasar Bunul, Walikota Sutiaji Bagi-Bagi Masker

“Idealnya parpol bisa mengusung kader sendiri, karena memang disitu salah satu fungsi parpol, melahirkan pemimpin” tambahnya.

Meski begitu, Anas menyadari bahwa realitas politik saat ini menunjukkan jika tidak semua partai politik punya jago yang layak tanding dan teruji. Dalam konteks tersebut Anas menyarankan agar partai politik juga harus realistis dalam melihat peta politik yang ada saat ini.

“Jika kepentingannya adalah menang pilkada, maka menurut saya parpol harus jeli dalam memilih figur yang akan diusung di pilkada nanti,” tutur pria yangg juga berprofesi sebagai konsultan branding itu.

Anas juga mengingatkan jika dalam waktu dekat tahapan Pilkada di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Malang akan segera bergulir. “Sebentar lagi tahapan pilkada sudah dimulai oleh KPUD, tidak ada alasan lagi bagi partai untuk wait n see, jangan hanya mau jadi batu loncatan atau tumpangan belaka” pungkasnya.

Leave a Reply