HIMPSI Malang Bagi Tips Mendongeng Di Festival Dolanan Panji Milenial

PolitikaMalang – Suasana di Kampung Budaya Polowijen hari minggu (28/7) Nampak lebih ramai dari hari hari biasanya. Sejak Pagi di datangi anak anak sekolah dan Ibu Ibu warga sekitar, Nampaknya sudah tak sabat ingin terlibat dalam acara Festival Dolanan Panji Milenial. Acara yang menjadi daya tarik adalah kegiatan membuat topeng dari spons dengan menggambar pola topeng Panji dan mewarnai di pandu oleh Dr. Roby Hidajat, M.Sn Dosen dan Tokoh topeng dari Prodi Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang. selain itu juga ditampilkan tari tari tipeng oleh penari KBP.

Begitu acara dimulai dengan tari Beskalan Putri, sontak mereka yang tersebar di berbagai sudut area KBP kumpul ke panggung utama pertanda acara dimulai dan siap mengikuti acara demi acara. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu PKK RW2 Polowijen, Siswa SDN Polowijen 3, para warga dan penari KBP serta ada workshop mendongeng panji oleh Nirma Yullidya, M.Psi, Psikolog dari Himpsi Malang sekaligus dosen Psikologi Univ. Gajayana Malang. Acara utama salah satunya adalah membuat topeng dari spons dengan tepa topeng panji milenial. Dan setelah topeng panji dari spons jadi, tpeng itu dibuat menari bersama oleh semua peserta festival

Pada sesi selanjutnya mendongeng, diawali oleh anak penari KBP Jeniara siswa kelas 5 SD yang membawakan story telling dengan cerita Ande Ande Lumut. Seusai cerita Jeniara membuat kuis memancing peserta festival memberikan beberapa pertanyaan dan membagikan hadiah. Setelah cerita usai, sontak mengalun irama musik bambu kolaborasi dengan gamelan memainkan irama ande ande lumut dan anak anak berdiri menyanyi bersama. “Kegiatan yang sangat meriah sebagai salah satu cara mengedukasi generasi milenial untuk mengenal tentang cerita panji” Ungkap Ki Demang Penggagas KBP.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Menurut Nirma Yullidya, “Mendongeng merupakan kegiatan positif yang dapat membantu anak menjalani tugas perkembangannya”. Melalui mendongeng, anak dapat mencapai *IMPIAN*. Pertama, *IMAJINASI* anak dapat berkembang dengan cerita-cerita dongeng yang penuh khayalan, kekuatan super sang panji, kesaktian keong mas, selendang ajaib bidadari, raksasa di kisah timun mas, dan banyak hal ajaib lainnya yang tidak ada di dunia nyata. Bukan dari game di dunia maya yang sangat akrab dengan anak seperti Free Fire, PUBG, Mobile Legend dan game online lainnya.

Kedua, lanjut Nirma anak dapat belajar *MENGENDALIKAN* diri karena ia akan belajar untuk mendengar aktif, menahan diri untuk berkomentar, serta tidak melakukan kegiatan lain. Ketiga, *PESAN MORAL* yang terkandung di dalam dongeng cerita rakyat panji sangat kental dengan kesederhanaan, ketegaran, kebaikan hati, fokus dalam menyelesaikan tugas hingga tuntas, dan lainnya, yang juga dapat membantu anak belajar memahami konsep benar dan salah.

Yang ke empat adalah *INGIN TAHU LEBIH BANYAK*, dimana akan tumbuh rasa penasaran pada anak untuk mengetahui kisah-kisah lainnya serta dapat menimbulkan minat baca, yang saat ini cenderung rendah. Kelima, *AKTIVASI DAYA KREATIVITAS ANAK*, akan muncul ide-ide kreatif berdasarkan dongeng yang ia dengar. Ide-ide baru yang dapat ditunjukkan anak pada poin ke enam, yaitu *NAMPAK POTENSI-POTENSI YANG MUNCUL* misalnya, menggambar tokohnya, menceritakan kembali dengan gayanya sendiri, atau menuliskan kisah dongeng yang tadi ia dengar. Daya ingat anak pun semakin terasah. Jelas Nirma.

Mendongeng sudah sangat jarang dilakukan orang tua karena kesibukan atau bahkan karena anak yang tidak mau. Mendongeng perlu pembiasaan yang tidak akan terlambat bila dimulai dari sekarang. Agar anak-anak menjadi lebih tahu cerita rakyat nusantara dibandingkan dengan kisah Spiderman, Captain America, Batman, The Avengers dan para tokoh imajinatif ala barat. “Di era milenial mendongeng tidak hanya dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anak, namun anak-anak generasi Z dan Alpha ini juga bisa mulai mendongeng dengan belajar dari guru di sekolah atau bahkan dari tutorial belajar mendongeng di youtube” Pungkas Nirma.

Leave a Reply