IKIP Budi Utomo Siapkan Beasiswa Bagi Korban Gempa Lombok

PolitikaMalang – Dampak gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas. Hingga Senin dini hari (6/8/2018) pukul 02.30 WIB tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Kondisi seperti inilah menimbulkan keprihatinan mendalam IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Tidak sekadar membantu materiil untuk masyarakat Lombok yang tertimpa musibah akibat gempa bumi, namun IBU juga menunjukkan rasa empati.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi menuturkan, pihaknya ikut berduka cita atas musibah Lombok.

“Namun lebih daripada itu, kami ingin menunjukkan kepedulian kepada mereka. Bentuk kepedulian Kami dengan memberi berbagai kemudahan kepada masyarakat Lombok yang ingin menyekolahkan anaknya di IKIP Budi Utomo Malang,” katannya.

Kemudahan yang kami berikan, kata Nurcholis, bukan sekadar memberi keringanan kepada putra-putra Lombok yang terdampak musibah.

“Jika perlu Kami gratiskan biaya pendidikan selama kuliah di IBU. Bagaimanapun juga, mereka adalah anak-anak bangsa yang berhak mendapat pendidikan setinggi mungkin. Kami sebagai bagian dari Indonesia, bukannya mengambil alih tugas Negara di bidang pendidikan, namun ikut membantu supaya anak-anak yang tertimpa musibah ini bisa mendapatkan haknya menempuh pendidikan sampai di perguruan tinggi,” paparnya.

Nurcholis juga menyebut sikap ini sebagai bentuk empati terhadap orang tua yang di satu sisi ingin menyekolahkan anaknya, namun di sisi lain sedang mengalami kesulitan finansial akibat tertimpa musibah.

“Anda bisa bayangkan bagaimana perasaan orang tua saat pendaftaran perguruan tinggi seperti sekarang ini. Bisa jadi niat untuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi jadi pupus gara-gara harta benda ludes terdampak gempa bumi. Terlebih ada sanak saudara yang meninggal,” tuturnya.

Karena itu, Nurcholis berharap masyarakat di luar Lombok yang memiliki saudara di Lombok dan ingin kuliah di IKIP Budi Utomo, segera didaftarkan.

“Silakan menghubungi Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Kampus IKIP Budi Utomo,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply