Ikrar Sumpah Pemuda Bergema di Gedung Widyaloka UB

PolitikaMalang – Dalam rangka Memperingati hari Sumpah Pemuda, Universitas Brawijaya mengadakan Dialog Kebangsaan bertema “Sinergi Semangat Sumpah Pemuda Resolusi Jihad dan Kebudayaan” di gedung widyaloka UB.

Kegiatan yang menghadirkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dr. (HC) H. Imam Nahrawi, S.Ag., M.KP dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah tersebut juga dihadiri oleh guru guru Pendidikan Kewarganegaraan di Malang Raya.

Dalam sambutannya sebelum Dialog Kebangsaan dimulai, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Nuhfil Hanani menyampaikan, permasalahan LGBT kerap menjadi pembahasan para petinggi universitas.

“Ini (LGBT-red) masalah yang kerap muncul dan dibahas oleh rektor-rektor perguruan tinggi,” kata Nuhfil Hanani dalam gelaran dialog kebangsaan di gedung Widyaloka UB, Senin (5/11/2018).

Permasalahan LGBT di kampus sendiri mulai muncul ketika muncul di grup Facebook (FB) Persatuan Komunitas Gay Universitas Brawijaya Malang tahun 2017 silam.

Sementara itu, Menpora mengatakan bahwa apa yang diperjuangkan oleh pemuda hari ini akan melahirkan sejarah besar bangsa Indonesia.

“90 tahun lalu para pemuda bersatu berikrar dalam sumpah pemuda untuk mewujudkan persatuan bangsa Indonesia. Maka dari itu kita juga harus memikirkan apa yang kita lakukan untuk masa depan,”katanya.

Imam Nahrawi mencontohkan bahwa keberhasilan Indonesia pada ASIAN Games beberapa waktu lalu menjadi tonggak sejarah bangsa dalam pembuktian prestasi di bidang olahraga.

Senada dengan Imam Nahrawi, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan generasi muda seharusnya tidak hanya memperingati hari Sumpah Pemuda, namun juga memaknai arti penting dari Sumpah Pemuda.

Menurutnya, saat ini sudah banyak generasi muda yang mengingkari komitmen Sumpah Pemuda, contohnya yang seharusnya menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia tergeser dengan adanya bahasa gaul, bahasa prokem, dan bahasa slang.

Baca Juga :   How Might Web based Cellular phone Advanced online casino As well as Port Recreation Affect Our Life?

Ahmad Basarah juga menghimbau jika pada jaman kolonial bentuk musuh bangsa mudah dilihat, saat ini bentuk penjajahan yang terjadi sulit terdeteksi karena bentuknya lebih pada isu atau pemberitaan yang mengadu domba bangsa sendiri.
“Indonesia ditakdirkan menjadi negeri kaya raya sehingga membuat bangsa lain melakukan ekspansi, imperialisme dan kolonialisme.

Salah satu cara yang dilakukannya adalah politik pecah belah. Dari situ lalu muncul kesadaran yang dilakukan persatuan-persatuaan pemuda yang akhirnya mewujudkan Sumpah Pemuda.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply