Ini Alasan PPP Kota Malang Usung Nanda Gudban

PolitikaMalang – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menyatakan sikap politik bergabung dengan poros Hanura – PAN (Harapan) dalam helatan Pilkada Kota Malang.

Tiga partai dengan jumlah kursi 10 ini, mengusung politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban, sebagai Bakal Calon Wali Kota Malang di ajang pesta demokrasi itu.

Ketua DPC PPP Kota Malang, Heri Puji Utami membeberkan alasan kenapa partai berlambang Ka’bah itu sepakat mengusung Nanda Gudban di Pilkada tahun depan. Menurutnya, sosok Nanda mewalili pemimpin dari generasi milenial yang memiliki ide dan gagasan yang baik dalam membangun Kota Malang.

“Kota Malang butuh dipimpin oleh sosok dari generasi milenial untuk pembangunan masa mendatang dan Nanda mewakili itu,” kata Heri Puji Utami.

Dijelaskan, upaya mencari sosok muda untuk diusung oleh partai ini sudah dilakukan jauh hari. Sebelumnya, kata Heri Puji Utami, nama Moreno Soeprapto dan beberapa tokoh muda lainnya sudah menjadi referensi partai tersebut. Namun setelah dilakukan rapat pleno dengan berbagai pertimbangan, partai memutuskan mengusung sosok Nanda Gudban.

“PPP menilai sosok Nanda sangat aktif terjun ke kantong masyarakat. Saya pribadi sudah mengenal dia sejak gabung di DPRD jadi saya sudah tau track record Nanda,” tandasnya.

Wanita yang akrab disapa Bunda itu menambahkan, jika keputusan untuk koalisi dengan Hanura dan PAN dengan mengusung sosok Nanda Gudban, akan disosialisasikan kepada para kader partai di semua kalangan.

“Kita akan sampaikan hasil ini kepada DPW dan DPP partai,” tandasnya.

Membaca Kekuatan Poros Hanura – PAN – PPP

Koalisi Hanura – PAN – PPP di Pilkada Kota Malang telah cukup syarat mengajukan pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jumlah total kursi dari tiga partai ini melebihi batas persyaratan pengajuan pasangan calon dari KPU Kota Malang, yakni 10 kursi.

Baca Juga :   How Might Web based Cellular phone Advanced online casino As well as Port Recreation Affect Our Life?

Koalisi tiga partai ini melambangkan tiga kekuatan sekaligus yakni nasionalis, NU dan Muhammadiyah sekaligus. Sebagaimana diketahui, PPP selama identik dekat dengan kalangan Nahdiyin sedangkan PAN secara politik aliran dekat dengan kalangan Muhammadiyah.

Kaum nasionalis diwakili oleh Partai Hanura dan kemungkinan besar disokong oleh Garda Pancasila (eks Red Army) yang pada Pilkada Periode lalu mendukung Bunda Heri Puji Utami sebagai bacalon. Organisasi yang dipimpin oleh Mantan Wali Kota Malang, sekaligus suami Heri Puji Utami, Peni Suparto itu diketahui masih memiliki basis masa yang kuat.

Jika menilik kebelakang, terbentuknya Garda Pancasila yang sebelumnya bernama Red Army bermula dari pecah kongsi di tubuh PDI Perjuangan pada Pilkada 2013 lalu. Kala itu Heri Puji Utami tidak mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan karena partai lebih memilih pasangan Sri Rahayu dan Prijatmoko Oetomo. Kondisi itu menyebabkan Peni Suparto yang menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan melakukan ‘perlawanan’.

Turunnya rekomendasi kepada pasangan calon Sri Rahayu – Prijatmoko Oetomo itu berbarengan dengan diberhentikannya Peni Suparto dari PDI Perjuangan karena dianggap tidak patuh.

Peni yang merasa masih memiliki massa dari gerbong ‘merah’ lalu membentuk Red Army. Sedangkan Heri Puji Utami, lalu diusung oleh koalisi beberapa partai termasuk Golkar. Pasangan Heri Puji Utami – Sofyan Edi Jarwoko kala itu akhirnya menjadi lawan tangguh Sri Rahayu – Prijatmoko Oetomo. Dalam Pilkada 2013 lalu Red Army (kini bernama Garda Pancasila) menyumbang suara signifikan bagi sosok Heri Puji Utami. Kondisi ini makin membuka peluang jika gerbong kekuatan Garda Pancasila akan juga dibawa oleh Bunda Heri masuk dalam koalisi tersebut.

Ditanya, terkait dukungan suara dari Garda Pancasila, Bunda Heri Puji Utami menegaskan jika hingga saat ini belum ada sikap dari organisasi tersebut. “Garda Pancasila mendukung siapapun sosok bacalon karena itu hak mereka,” tukasnya.

Baca Juga :   Poker, IT, Alcohol-based drinks Challenges Filled With Japan

Tiga arus kekuatan itu menjadi modal bagi koalisi ini untuk bertarung di Pilkada Kota Malang. Apalagi, sosok Nanda Gudban, kini mulai dikenal masyarakat luas karena aktif terjun ke kantong-kantong warga. Bahkan, jargon “Ayo Noto Malang” yang digagasa Nanda kini sudah ramai diperbincangkan khalayak.

Leave a Reply