Ini Analisa Pengamat Politik Soal Kemenangan SAE

PolitikaMalang – Unggulnya pasangan calon nomor urut 3, Sutiaji – Edi (SAE) di pilkada kota Malang versi hitung cepat KPU mendapat komentar dari salah satu pengamat politik, Muhammad Anas Muttaqin. Menurutnya, ia sudah membaca bahwa pasangan SAE akan unggul. Anas menilai, kunci dari kemenangan SAE ada pada tingginya parisipasi pemilih mengambang atau swing voters yang akhirnya datang Ke TPS dan lebih banyak menjatuhkan pilihannya kepada SAE dengan beberapa alasan. Menurut hasil hitung cepat KPU, tingkat partisipasi pemilih di pilkada kota Malang kali ini sebesar 65 persen.

“Selain faktor figur, Kuncinya ada di tingkat partisipasi pemilih yang lumayan tinggi, walau pilkada kota Malang sedang diterpa masalah dengan absennya calon walikota nomor urut 1 dan 2 dalam kampanye karena sedang berurusan dengan KPK” ungkapnya.

Direktur Hasta Komunika research & consulting ini menjelaskan bahwa tingginya swing voters sudah ia prediksi lewat beberapa kali survei. Sebelumnya, menurut hasil survei, masyarakat yang belum menentukan pilihan hingga detik – detik terakhir sebesar 30 – 35 persen. Menurutnya, kecenderungan psikologis masyarakat yang belum menentukan pilihan memang tidak memilih petahana. Mereka hanya masih bimbang antara memilih pasangan nomor urut 1 atau 3 bahkan golput.

“Nah ketika di hari H ternyata tingkat partisipasi masyarakat tinggi, maka saya yakin mereka lebih banyak menjatuhkan pilihan ke pasangan nomor 3 dengan alasan rasional” tambahnya.

Anas menilai ada beberapa alasan mendasar masyarakat memilih pasangan nomor 3 yaitu karena pasangan tersebut tidak sedang bermasalah hukum dan masih lengkap sehingga masyarakat menaruh harapan pada Sutiaji – Edi. Sosok Sutiaji dan Sofyan Edi juga dinilai lebih mumpuni dan berpengalaman daripada Figur Wanedi atau Syamsul Mahmud.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Anas juga menyoroti prosentase masyarakat yang memilih pasangan nomor urut 2, Anton – Syamsul yang tersisa sebesar 37 persen. Menurutnya, jumlah tersebut memang pemilih loyal atau strong voternya Abah Anton sebagai petahana. Walau sebelumnya elektabilitas Anton sebagai petahana cukup tinggi namun beberapa minggu terakhir telah terjadi turbulensi karena masyarakat tidak yakin Anton bisa bebas dan memimpin kembali sehingga mereka mengalihkan dukungan. Namun Anas juga mengapresiasi perolehan suara pasangan ASIK yang masih cukup tinggi walau tanpa kehadiran Anton. Anas bahkan melihat jika Anton tidak bermasalah dengan KPK, maka hasil akhir kemungkinan besar akan berbeda.

“Dalam beberapa kali survei, strong voters abah Anton memang dikisaran 40 persen, yang gagal dibendung adalah tren turunnya elektabilitas pasangan ASIK dari 60 persen lebih hingga menyentuh angka 37 persen sehingga pasangan ini gagal unggul dan disalip pasangan SAE yang trend elektabilitasnya terus merangkak naik” Kata Anas.

Sementara menurut Anas, ia juga tidak kaget dengan perolehan suara pasangan nomor urut 1, Nanda – Wanedi yang berada diperingkat terakhir. Hal tersebut sudah terlihat dari beberapa hasil survei yang menyebut pasangan Menawan selalu berada di urutan terakhir.

“Ada beberapa penyebab, yg utama adalah karena kehilangan sosok Nanda, jika hanya mengandalkan sosok Wanedi dan suara dari partai pengusung, terutama PDIP ya agak berat” jelasnya.

Pria yang juga Konsultan politik ini menyebut preferensi pilihan politik di pemilu legislatif tidak selalu berbanding lurus dengan pilkada karena di pilkada masyarakat lebih mempertimbangkan sosok figur daripada partai pengusungnya, sehingga walau pasangan Menawan diusung jumlah partai dan perolehan kursi terbanyak namun pilihan masyarakat bisa jadi berbeda.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Anas juga menyebut bahwa hasil hitung cepat KPU tidak akan berbeda jauh dengan hasil hitung rekapitulasi manual nantinya sehingga hampir bisa dipastikan pasangan SAE menang.

“Selamat pada pasangan SAE, sutiaji – Edi yang telah memenangkan pilkada Kota Malang, semoga amanah” pungkasnya.

Leave a Reply