Inisiator Kampung 3G: Merubah Mindset Adalah Kunci

PolitikaMalang – Begini cara Bambang Irianto membangun kampung. Sudah hampir setahun Bambang Irianto Inisiator kampung Glintung Go Green (3G) mendampingi kota Tangerang, hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang.

“Sudah hampir setahun saya mendampingi kota Tangerang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang. Pertama saya memberikan presentasi di depan para RW sekota Tangerang lalu saya live in atau tinggal di kampung-kampung di kota Tangerang,” cerita Bambang Irianto Inisiator kampung 3G Malang.

“Saya meminta Pemkot Tangerang tidak memberikan bantuan dana agar muncul semangat gotong-royong dan mampu bangkit dan merubah wajah kampungnya. Akhirnya banyak kampung di Tangerang yang menjadi tempat wisata bahkan ada yang Go Interrnasional sebagai kampung Asian Games. Itulah fakta bahwa membangun kampung 60% adalah masalah mindset,”tambah pengusaha kripik Tempe Ardani ini bersemangat.

Dari usaha saya membangun negeri dengan cara membina lingkungan kumuh menjadi bersih dan hijau serta bebas banjir dari lorong lorong kampung inilah, saya akhirnya mendapat Kalpataru yang jauh dari angan angan,” ujarnya.

Saya pikir penghargaan Kalpataru dari Presiden RI ini juga merupakan prestasi membangun kampung di Tangerang sehingga saya mengajak semua warga Kampung Glintung Go Green mendatangi Kampung-Kampung di Tangerang agar tercipta suatu hubungan dan memberikan inspirasi bagi warga Kampung Tangerang agar mampu bangkit lebih giat lagi,”kata Bambang Ir saat di temui PolitikaMalang di Tangerang.

Tak bisa di pungkiri , kini Kampung di Karawaci binaan Bambang Ir, justru lebih bagus daripada Kampung 3G.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa, artinya warga Karawaci memiliki inovasi dan semangat yang luar biasa,”

Mulai dari Walikota hingga tingkat RT, tak kuasa menahan haru ketika menyambut sang Guru besar Bambang Ir saat berkunjung diTangerang khususnya Kecamatan Karaci di tiga Kelurahan binaan, seperti Cimone ( Kampung Hidroponik) , Gerendeng (Grenpul satu rumah satu biopori ), Pasar Baru ( kampung Markisah).

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Bambang Ir berhasil memotivasi dan melakukan pembinaan kepada warga di lingkungan yang awalnya kumuh tempat pembuangan sampah , comberan, bahkan untuk buang air besar saja warga memanfaatkan parit kecil.

“Bisa dibayangkan bagaimana kondisi lingkungannya waktu itu , sangat jorok dan bau,” ungkap Bambang.

“Berkat keuletan, semangat warga untuk maju dan berubah membangun kampung tanpa modal , akhirnya kampung berubah 180 ‘ hijau dan bersih serta berprestasi menjadi kampung percontohan,”pungkas Bambang Ir bangga.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

Leave a Reply