Investor Siap Sulap Wajah Ngantang Jadi Kota Metropolitan

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M didampingi sejumlah Kepala OPD di Pemerintah Kabupaten Malang menerima tamu investor dari beberapa perusahaan asal luar negeri diantaranya dari Belanda, Korea Selatan, India dan lokal yang dikomando Direktur PT Pramesco Jaya Wijaya, Agus Anafi, S.T di Ruang Anusapati, Kamis (16/1) siang. Investor ini siap ‘menyulap’ wilayah Kecamatan Ngantang dan sekitarnya menjadi Ngantang Metropolitan bak Pulau Sentosa di Singapura dalam beberapa tahun ke depan.

Pengembangan bernilai minimal Rp 15 Triliun tersebut sedianya bergerak antara lain di bidang wisata, perhotelan/property, apartemen, residence, pertanian dan peternakan. Moment ini juga disaksikan langsung Camat dan sejumlah Kepala Desa di wilayah Kecamatan Ngantang, Pujon dan Dau.

Usai menerima tamu, Bupati Malang menyampaikan ke awak media bahwa PT Pramesco Jaya Wijaya sudah mantap berinvestasi dan ingin segera mulai mengelola Ngantang menjadi Ngantang Metropolitan dengan label daerah wisata spektakuler. Ngantang juga akan dibangun mulai dari pusat tempat wisata dengan fasilitas waterboom, cable car, jembatan kaca seperti di China, hingga keberadaan rumah sakit standart internasional.

Pak Sanusi, sapaan akrabnya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malang siap mendukung dan membantu kemudahan terkait perizinan atas perwujudan mega proyek tersebut. Beliau pun berpesan agar masyarakat desa yang diakuinya memang ada sebagian yang berpikiran negatif ketika ada rencana inovasi.

”Sebagian memang begitu, bukan berpikir efek positif atau kebaikannya. Harusnya yakin dan menyisihkan negatif thinking-nya. Jika tidak ada inovasi maka kehidupan masyarakat itu tidak pernah ada perubahan. Sehingga jika ada investasi yang masuk tentunya itu akan ada perubahan kehidupan dan memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat. Contohnya tidak jauh-jauh, Pujon Kidul saja, sawahnya sudah diubah jadi cafe dan tempat wisata, pendapatan atau penghasilannya miliaran rupiah. Kalau tetap sawah untuk tanam padi, ya hanya dapat padi saja. Se-hektar kalau beras ya hanya raihan Rp 50 juta,” tegas Pak Sanusi.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Leave a Reply