Istimewa, Begini Cara Dosen UMM Ajarkan Penerapan MSDM Islami di Polandia

PolitikaMalang – Menjadi pengajar bagi para foreigners (orang asing) di Indonesia mungkin sudah biasa. Tapi sungguh luar biasa kalau bisa mengajar langsung para foreigner di tempat asalnya seperti dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)ini.

Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM, dosen D3 Keuangan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, berkesempatan menerima beasiswa Erasmus+ Programme : Staff Mobility for Teacher, yakni program beasiswa bagi staf akademik untuk merasakan mengajar para mahasiswa asing di Eropa.

Selama seminggu, (3-10/6) lalu, Sri mengajar kelas internasional di WSB University in Poznan, Polandia.

Di Polandia, Sri mengajar sesuai bidang penelitian disertasinya yakni Islamic Work Ethics, Islamic Human Resource Management dan Islamic Organizational Culture.

“Jumlah mahasiswa per kelas 15 orang, mereka berasal dari beberapa negara tetangga sekitar Polandia, yaitu dari Ukraina, Kenya, Kyrgysztan dan ada yang dari Bangladesh,” terangnya, Selasa (19/6).

Tidak disangka, perspektif Menejemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Islami yang diusung Sri ternyata membawa ketertarikan tersendiri bagi para foreigners.

“Mereka banyak bertanya tentang perspektif Islam itu seperti apa dan mengapa saya mengkaitkan Manajemen dengan perspektif Islam. Bagi mereka, apa yang saya ajarkan ini benar-benar hal baru yang menarik,” terang Sri.

Bukan hanya itu, uniknya dalam bahan ajar yang diangkat dari penelitian disertasinya tersebut, UMM dijadikan contoh kasus saat Sri mengajar. Diantaranya Islamic Work Ethics atau etika kerja Islami yang diterapkan di UMM sudah sesuai dengan nilai-nilai Islami yang berlandaskan Al Qur’an dan Hadits.

“Proses manajemen sumberdaya manusia yang digunakan di UMM sesuai dengan nilai-nilai Islami. Mulai dari sistem rekrutmen, seleksi, penilaian kinerja, pelatihan dan pengembangan, sistem kompensasi. Selain itu, Islamic organizational culture atau budaya organisasi yang diterapkan UMM yang sesuai dengan nilai-nilai Islami yaitu shiddiq, amanah, tabligh, fathonah,” urainya.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Meski hanya seminggu, bagi Sri, pengalaman mengajar di WSB University in Poznan, Polandia ini menjadi pengalaman yang begitu mengesankan.

“Selain karena mahasiswanya aktif dan mereka banyak tanya, juga karena saya mengajar tentang Menejemen Sumber Daya Manusia Islami dan Budaya Organisasi Islami yang belum pernah mereka dengar sebelumnya,” pungkas Sri bangga.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply