Walikota Malang Tantang Muda Mudi Kota Malang?

PolitikaMalang – Satu lagi tantangan yang dilempar Walikota Malang Sutiaji. Kalau sebelumnya tantangan diberikan kepada ASN dalam forum lelang kinerja, kini tantangan diberikan kepada pemuda pemudi kota Malang.

“Persisnya lebih pada opportunity (peluang). Karena Pemkot Malang digandeng Kementerian Koordinator Perekonomian RI, untuk memberikan pendidikan bidang AI (Artifisial Intelegence) gratis kepada pemuda pemudi yang memenuhi syarat, “ujar Sutiaji, yang getol mengeluarkan ide ide kreatif baru dalam menahkodai kota Malang.

Menggandeng “Mainspring Technology” yang bermarkas di Singapura, Kemenko Perekonomian RI, memilih kota Malang sebagai pilot project program pendidikan tersebut.

Seperti dituturkan Edi Pambudi, Asisten Deputi Moneter & Neraca Pembayaran Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro & Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, saat beraudiensi dengan Walikota Malang.

Yang menjadi alasan kenapa memilih kota Malang yakni mempertimbangkan potensi yang dimiliki kota ini, antara lain aset pendidikan yang dimiliki, atmosfer akademik yang kuat, aset generasi muda kreatifnya, ekonomi kreatif yang tumbuh pesat serta komitmen Pimpinan Daerah (Walikota Malang) yang kuat.

“Itu yang menjadi alasan kenapa kota Malang dipilih, dan saya percaya dari kota Malang, kemajuan teknologi bisa diharapkan untuk kemajuan bangsa, “tegas Edi Pambudi.

Sementara Sutiaji menekankan, kerjasama ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pelajar maupun generasi muda kota Malang. “Terlebih peserta nantinya dibebaskan pembiayaan.

Hanya diminta komitmen, serta disyaratkan aspek akademis nilai matematika minimal 90 serta hasil test IQ minimal 125, “tutur Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.

Mengapa nilai matematika menjadi syarat penting, karena basic dari AI antara lain algoritma khusus yang itu ditopang oleh kemampuan matematis.

Menempuh masa pembelajaran minimal 10 hari, peserta akan diberikan portofolio, dengan jumlah peserta yang ditarget tidak lebih dari 20 peserta, yang merupakan angkatan pertama, dan akan diproyeksikan untuk dikanalkan (disalurkan dan ditempatkan) pada proyek yang lebih besar lagi.

Baca Juga :   REICH Attached Articles

“Ya karena kita tidak ingin main main, dan lebih kita tekankan portofolio daripada sekadar sertifikat atau pun ijazah, karena ke depan yang lebih diutamakan adalah portofolio, “imbuh Asdep Neraca Pembayaran RI, Edi Pambudi.

Pada pertemuan perwakilan Kemenko Ekonomi dengan Walikota Malang, yang didampingi Sekkota Wasto, Ratna Dewi Director of Conten and Strategi Mainspring Technology, sedikit memberikan paparan tentang AI (Artificial Intelligence) kepada Tim Pemkot Malang.

Bagi Walikota Malang Sutiaji, pengajaran AI secara khusus akan menjadi energi penguat bagi pengembangan Malang yang smart. “Dari 6 (enam) konsep atau tatanan Malang ke Depan atau the future of Malang, satu diantaranya adalah mewujudkan Malang 4.0, dan berbicara 4.0 satu diantaranya memerlukan penguasaan teknologi AI, “ujar suami Hj. Widayati Sutiaji.

Apalagi kita telah memasuki era e-service dalam segala bidang. Imbuh Walikota yang juga pernah menjadi seorang jurnalis tersebut.
Keyakinan orang nomor satu di kota Malang atas prospektif dari pendidikan AI, juga memperhatikan kota Malang juga dikenal sebagai gudangnya game developers, animasi digital, dan programmers.

“Ini akan menguatkan gerak langkah mewujudkan Malang Kota Kreatif,” yakin Sutiaji, Walikota Malang kemarin.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply