Jelang HUT ke 50, Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan di Malang

PolitikaMalang – Jelang HUT BPJS Kesehatan ke-50 yang jatuh pada tanggal 15 Juli nanti, Direkur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik dengan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan, kali ini di Kantor Cabang Malang.

Kegiatan ini merupakan suatu rangkaian agenda eksekutif frontliner dimana mulai dari jajaran Kepala Cabang hingga Direksi melayani langsung peserta JKN-KIS.
“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Fachmi Idris meninjau langsung untuk memastikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

Fachmi Idris ikut berperan menjadi peserta JKN-KIS yang hendak mendaftar menjadi peserta mandiri, mulai dari mengambil nomor antrian, mengisi formulir, hingga dilayani oleh petugas BPJS Kesehatan.

Menurut Fachmi, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution.

“Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Fachmi.

Sementara itu , Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Hendry Wahjuni menerangkan bahwa saat ini, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang telah bekerja sama dengan 219 FKTP yang terdiri atas 61 Puskesmas, 60 Dokter Praktik Perorangan, 74 Klinik Pratama, serta 24 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 41 RS dan 5 Klinik Utama,”pungkas
Hendry Wahjuni disela kunjungan Dirut BPJS kesehatan di kantornya.(*)

 

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply