Jelang New Normal, Malang Raya Siapkan Operasi Pendisiplinan

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M mengikuti Rapat Persiapan Masa Transisi Era Baru (New Normal) yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Bakorwil III Kota Malang, Minggu (31/5) siang. Rapat ini digelar sekaligus menindak lanjuti surat telegram dari Panglima TNI bahwa seluruh wilayah Kabupaten Kota maupun Provinsi yang setelah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberlakukan Operasi Pendisiplinan dalam rangka masa transisi pelaksanaan New Normal.

Kebetulan masa PSBB di wilayah Malang Raya selama 14 hari sudah selesai per 30 Mei kemarin, sehingga akan berlanjut pada dilaksanakan Operasi Pendisiplinan untuk pelaksanaan protokol kesehatan mulai tanggal 1 Juni sampai 14 Juni mendatang. Apabila selama pelaksanaan operasi pendisiplinan ini masyarakat dinilai tingkat kedisiplinannya masih kurang, maka operasi ini bisa diperpanjang lagi selama 14 hari. Tak hanya Malang Raya, hal demikian juga nanti berlaku di Surabaya Raya apabila PSBB di Surabaya Raya sudah tidak diperpanjang lagi maka akan dilakukan operasi pendisiplinan tersebut.

Hadir juga dalam rapat ini diantaranya Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangdiv II Kostrad, Sekdaprov Jatim, dan Danrem 13 Baladhika Jaya. Serta, Bupati Malang, Walikota Malang, Walikota Batu, Kapolres Malang, Kapolres Batu, Kapolresta Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Dandim 0833 Kota Malang. Dalam kesempatan ini, Gubernur juga mendengarkan paparan Danrem terkait penyiapan di masa transisi nanti. Tak terkecuali, Bupati Malang juga melaporkan perkembangan terakhir terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang dengan menyebut diantaranya seluruh pasien Covid-19 yang ada di tujuh kecamatan dinyatakan selurunya sembuh. Sehingga tujuh kecamatan itu yang sebelumnya berpredikat zona merah kini sudah berganti hijau.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

“Waktu itu, tanggal 28 Mei, kita seluruhnya bersepakat bahwa pada masa transisi pasca PSBB akan dilakukan operasi pendisiplinan dan akan dilakukan evaluasi. Hari ini, berbagai arahan di sektor tertentu yang sudah diharapkan bisa memasuki New Normal Life sesungguhnya telah membahas banyak sektor, diantaranya berkaitan dengan perhotelan dan wisata. Potensi wisata itu ada di Kota Batu, kemungkinan dilakukan normalisasi. Kemudian ada juga TNBTS salah satu penyangganya adalah Kabupaten Malang. Maka mari sama-sama saling menyiapkan peta menuju New Normal di sektor wisata dengan berbagai pentahapan kesiapan yang tentu para bupati walikota akan berkoordinasi dengan para dandim dan kapolres di setiap kabupaten kota,” jelas Gubernur membuka rapat tadi.

Khofifah juga menyampaikan, bagaimana pengawalan disaat masa transisi pasca PSBB antara lain pasar tradisional dengan format ganjil genap dan seterusnya menjadi bagian yang tidak boleh dilonggarkan, harus pakai masker dan wajib physical distancing. Hal ini akan menjadi keberseiringan baik sektor perdagangan dan perekonomian tetap berjalan. Masyarakat juga tetap harus bisa dapat akses vitamin dan protein, tetapi tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan dengan berpola hidup bersih dan sehat. Selain itu, penyiapan penyusunan New Normal bagi perusahaan-perusahaan tertentu dengan melakukan identifikasi untuk ring satu, kemudian titik strategis di luar ring satu yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi cukup signifikan.

Di dalamnya, kata Gubernur, termasuk normalisasi pembukaan mall, format one way gate, atau ganjil genap seperti di pasar tradisional. Tentunya hal ini harus melalui telaah dan tahap- tahapannya dilakukan secara detail dan terukur karena ada beberapa format yang mungkin harus dijadikan evaluasi bersama. Pasalnya, seperti ada negara yang sudah terapkan lockdown, lalu sudah dibuka, kemudian di lock down kembali. Dalam pola-pola ini, tentu kampung tangguh yang menjadi modal sosial yang luar biasa agar jangan dilonggarkan. Kampung Tangguh yang dimiliki Malang Raya ini justru menjadi pengawal pada saat memasuki New Normal Life.

Baca Juga :   Sambangi Ngajum, Bu Nyai Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat

”Jadi yang akan mendisiplinkan masyarakat dengan tetangga kanan kiri justru adalah mereka yang ada di kampung tangguh. Jadi tidak berarti pada transisi pasca PSBB atau nanti setelah selesai transisi masuk ke New Normal Life, maka Kampung Tangguh ini justru yang akan mengawal. Semua pihak bergandeng tangan, bergotong royong, bertanggung jawab atas hal yang memang harus segera keluar dari berbagai hal yang menjadi konstring untuk bisa memaksimalkan seluruh sektor yang memang sudah membutuhkan layanan maksimal. Pendidikan misalnya, karena Malang Raya kota Pendidikan, pada posisi inilah Pemprov Jatim mendapat informasi bahwa Danrem yang akan memandu presentasi pada awal transisi yang dimulai di Malang Raya sejak hari ini,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M saat ditanya awak media seusai mengikuti rapat bersama Gubernur, menyampaikan sejumlah perkembangan pasca PSBB di Malang Raya berakhir 30 Mei kemarin. Selain itu, Abah Sanusi, sapaan akrabnya, Pemerintah Kabupaten Malang tetap akan fokus dalam upaya penanganan wabah Covid-19 ini. Untuk sektor pendidikan, disampaikan sementara sekolah libur hingga 15 Juni, sesuai arahan Pemerintah Pusat. Dijelaskan Bupati, kalau petunjuk dari Pemerintah Pusat memang petunjuknya masih pembelajaran online. Kalau nanti harus masuk sekolah maka Pemkab Malang akan atur pembagian separuh kelas. Jadi misalnya, kelas 1 masuk pagi, kelas 2 nya yang masuk sore. Sedangkan, terkait tahun ajaran baru masih menunggu ketentuan Pemerintah Pusat.

”Semua harus sama mengikuti. Pondok Pesantren juga harus mengikuti tetap melaksanakan kegiatan pendidikan dengan jarak. Terkait menyikapi surat keterangan Kementerian Agama terkait pelaksanaan ibadah di Zona Merah harus dibatasi, maka pembatasan tetap dijalankan. Misalnya masjid kapasitasnya 40 jamaah, maka dibatasi 20 jamaah saja. Jika ada masjid yang tidak mematuhi maka akan dilakukan teguran. Upaya penanganan penyembuhan pasien Covid-19 yang bertempat di Rusunawa ASN tetap terus digratiskan oleh Pemkab Malang meskipun Kabupaten Malang sudah tidak lagi memberlakukan PSBB. Pasien covid-19 tetap digratiskan pelayanan dan pengobatan,” ujar Abah Sanusi. 

Leave a Reply