Jelang Pergantian Sekda Kabupaten Malang, Pro Desa: Figur Harus Bersih Dari Kasus Hukum

PolitikaMalang – Persaingan menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Jawa Timur terus diawasi LSM Pro Desa.

Maklum ini dilakukan agar proses pemilihan sekda diharapkan secara fair dan bersih dari hukum terlebih beberapa waktu lalu banyak kepala dinas yang dipanggil KPK terkait kasus yang melanda mantan Bupati Malang Rendra Kresna.

Koordinator Badan Pekerja LSM Pro-Desa, Ahmad Khoesairi mengatakan calon sekda Kabupaten Malang harus bersih dengan masalah hukum, baik itu bersih dari tindak pidana korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya.

“Sudah tentu calon Sekda itu harus bersih, dari masalah hukum. Jika nanti yang terpilih ternyata punya reputasi jejak masalah hukum ya konsekuensinya akan jadi perguncingan banyak orang,” ujar Khosaeri kepada media ini.

Bahkan berdasarkan hasil investigasi Pro Desa, lanjut Khoesairi dari empat nama calon yang akan berebut kursi Sekda tersebut, salah satu sudah beberapa kali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Maklum calon kandidat ini terkait jabatannya yang memang sangat strategis dan bisa dibilang “dinas basah”. Sehingga wajar kerap dipanggil KPK meski sebatas sebagai saksi.

“Rumornya ada satu calon yang sering dipanggil KPK sebagai saksi, tapi tidak menutup kemungkinan saksi menjadi tersangka,” kata Khosaeri.

Tak hanya itu, salah satu calon sekda tersebut juga telah diduga telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian PNS, atau memiliki istri lebih dari satu.

Khosaeri menegaskan panitia seleksi (Pansel) harus mempertimbangkan calon Sekda yang menjadi saksi terkait dugaan adanya korupsi di lingkungan Pemkab Malang. “Calon sekda harus memiliki rekam jejak yang bersih dan memiliki integritas serta berpengalaman,” tandas dia.

Baca Juga :   Sambangi Ngajum, Bu Nyai Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat

Leave a Reply