Jelang Pilkada Kota Malang, Enam Parpol Bentuk Kekuatan Baru

PolitikaMalang – Situasi politik jelang Pilkada Kota Malang mulai memanas. Sebanyak 6 Partai Politik (Parpol), masing-masing Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat melakukan penjajakan awal, untuk terbentuknya koalisi di Pilkada mendatang.

Pertemuan lintas partai itu dilakukan di ruang Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kota Malang, pada Kamis (18/5). Beberapa perwakilan partai, masing-masing Sekertaris DPC Partai Gerindra, Bambang Taufik, Ketua DPD PKS, Ernanto Djoko, Ketua DPD Nasdem, Anang Sulistyo, serta Heri Pudji Utami (Bunda HP) mewakili PPP. Sedangkan perwakilan dari PAN dan Partai Demokrat berhalangan untuk hadir.

Sekertaris DPC Partai Gerindra, Bambang Taufik, mengatakan, pertemuan sejumlah pimpinan parpol ini dilandasi atas visi yang sama, yakni, ingin pembangunan di Kota Malang bisa lebih baik dan tertata.

Menurutnya, saat ini progres pembangunan di kota pendidikan dan pariwisata ini cenderung stagnan dan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Diakui, upaya mempercantik wajah kota melalui pembangunan taman dengan skema anggaran dari Corporate Social Responsibility (CSR) sudah maksimal, namun sejumlah permasalahan seperti kemacetan, renovasi pasar, jalan rusak dan sebagainya belum tertangani secara serius.

“Kita para pimpinan partai bersepakat agar ada percepatan pembangunan di Kota Malang,” kata Taufik Bambang.

Ia menambahkan, salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah pembangunan yang dilakukan bersama-sama ditambah sinergitas yang baik antar komponen.

“Karena itu perlu adanya kebersamaan dalam membangun Kota Malang,” tukasnya.

Perwakilan PPP, Heri Puji Utami, menilai pertemuan ini adalah upaya untuk memanaskan suasana politik jelang Pilkada Kota Malang. Wanita yang akrab disapa Bunda HP ini menegaskan, partainya ikut dalam penjajakan ini karena menilai pembangunan di masa kepemimpinan Wali Kota, H. Moch Anton kurang trengginas.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

“Memang ada pendidikan gratis, namun ada juga permasalahan di dalamnya seperti ekstra kulikuler yang kurang maksimal dan iuran orang tua juga ada masalah,” tutur Bunda HP.

Sama halnya Ketua DPD PKS dan Ketua Nasdem, menilai ada kekurangan dalam pembangunan Kota Malang selama ini sehingga dibutuhkan kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Perihal calon dalam pilkada, 6 partai ini kompak masih belum memunculkan calon. Namun, Taufik Bambang, memberikan sinyalemen, jika ketua partai merupakan kemungkinan calon yang akan diusung.

“Bahkan bisa saja nanti mereka yang bukan ketua partai, atau anggota DPR RI yang dari dapil Malang Raya,” kata Bambang.

Untuk anggota DPR RI, beberapa nama yang sudah mencuat maju dalam percaturan yakni Moreno Soeprapto (Gerindra) serta nama Anang Hermansyah (PAN). Terkait dengan hal itu, Bambang masih belum bisa memastikan karena belum ada pembicaraan lebih lanjut.

Karenanya, untuk mengerucutkan nama calon, 6 partai itu akan melakukan survei internal, ketika nanti mereka sepakat untuk berkoalisasi dalam helatan pesta demokrasi Kota Malang itu.

“Kalau koalisi pasti kita akan lakukan survei untuk calon,” ujar Bambang.

Dilihat dari komposisi 6 partai yang melakukan penjajakan untuk koalisi tersebut, maka nantinya mereka dapat mengajukan calon wali kota dan wakil wali kota untuk maju di Pilkada. Sebab, jumlah kursi 6 partai itu di legislatif mencapai 20 kursi dengan rincian, Gerindra 4 kursi, PPP 3 kursi, Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, Nasdem 1 kursi dan PKS 3 kursi di legislatif.

Jika nantinya 6 partai itu membentuk koalisi, maka akan menyisakan 4 partai di legislatif yang tidak masuk dalam koalisi itu, yakni PDI Perjuangan yang memiliki 11 kursi di legislatif, Golkar dengan 5 kursi, Hanura 3 kursi serta PKB 5 kursi.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

Ditanya apakah 4 partai itu tidak diajak gabung, Bambang mengaku sudah melakukan komunikasi, namun belum ada tindaklanjut.

Leave a Reply