Kabupaten Malang Jadi Pilot Project Penurunan Angka Stunting

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menyambut dan mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin bersama ibu Wury Ma’ruf Amin saat menggelar kunjungan kerja ke Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (27/11) siang. Kehadiran tamu spesial ini bak menjadi kado spesial Kabupaten Malang jelang memperingati Hari Jadi ke 1259 Kabupaten Malang pada 28 November, besok. Wapres berkunjung ke Desa Tangkilsari dalam rangka untuk meninjau dan mengetahui langsung penanganan masalah stunting dan kemiskinan di Kabupaten Malang menuju pilot project dari program nasional ke depan.

Selain Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang, Wapres Amin dalam kunjungannya yang terpusatkan di Balai Desa Tangkilsari ini juga didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sejak terbang dan berangkat dari Jakarta. Setiba di lokasi, Wapres mengunjungi stand kelompok masyarakat desa setempat terkait program dalam upaya mendukung pembangunan di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya seperti stand Paud, Posyandu, Keluarga Berencana, Pengelolaan Bank Sampah, hingga Pamsimas. Luar biasa, Wapres menilai apa yang sudah dilakukan masyarakat Desa Tajinan dengan pendampingan penuh dari Pemkab Malang turut menurunkan angka stunting.

”Hari ini, saya hadir di sebuah Desa Tangkilsari, yang ada di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saya mendapat informasi tentang bagaimana mencegah terjadinya stunting yang dilakukan masyarakat desa ini. Kita ingin membangun manusia Indonesia yang unggul, sehat, cerdas, produktif, berakhlak mulia, yang memiliki daya saing. Nah, salah satunya itu sehat, kalau tidak sehat maka tidak mungkin menjadi manusia yang unggul,” terang Wapres saat diwawancarai awak media di Balai Desa Tangkilsari.

Pria ramah ini lantas menegaskan, ukuran pembangunan manusia Indonesia yang Unggul itu dinyatakan berhasil, jika salah satu indikasinya adalah masyarakatnya tidak terkena stunting. Diakui Wapres, Pemerintah Pusat mengantongi data bahwa angka stunting yang terjadi di masyarakat Indonesia masih berkisar kurang lebih 27 persen. Karena itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah, pemerintah berusaha menurunkannya dalam kurun lima tahun ke depan sampai ke angka dibawah 20 persen.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Karena itu, Wapres mengaku, Pemerintah Pusat perlu ada upaya melakukan intensifikasi penanganan stunting di berbagai daerah. Salah satunya, dengan berkunjung ke Desa Tangkilsari usai mendapati informasi adanya upaya serius yang dilakukan Pemerintah Desa Tangkalsari dan masyarakatnya dalam penanganan stunting. Mulai dari program pencegahan, sejak ibu hamil sudah diberikan penyuluhan, intervensi dilakukan, pengelolaan jamban, sanitasi dan air bersih, serta gizi keluarga. Hal ini merupakan penanganan yang terintegrasi dan itu yang sedang digalakkan dimana-mana.

”Banyak berbagai lembaga dan sudah ada anggarannya dalam upaya menurunkan angka stunting secara nasiona. Serta penganggarannya dari Pemerintah Pusat sudah ada yang masuk APBN dan APBD, serta juga yang sudah melibatkan swasta. Anggaran yang dipakai pemerintah pusat akan dihubungkan dan dikonvergensikan semuanya menjadi satu gerakan yang terkoodinasi dan tersinergi,” tambah Wapres sembari didampingi Gubernur Jatim dan Bupati Malang.

Leave a Reply