Kampung Glintung Menjawab Problema  Climate Change Dunia

Politika Malang – Sangat menarik dibicarakan atau diungkap, sebuah kampung diwilayah Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang, yakni kampung Glintung Go Green (3G). Kampung RW 23 sarat akan prestasi ini dipimpin oleh seorang ketua RW yang sangat peduli Lingkungan .

Tak berlebihan dan sangat tepat jika Presiden RI Joko Widodo memberikan anugerah Kalpataru kategori Pembina Lingkungan beberapa waktu lalu.

Kondisi ini tak disia siakan Ulfatu Mahmuda Mahasiswi FTP UB untuk membawa Kampung Glintung Go Green Malang mewakili Indonesia menjadi nominator Iomba video global Youth Video Competition yang berlangsung di Kowarsiaka, Polandia.

Ulfatu akhirnya membuat video kampung Glintung Go Green ini sebagai contoh bagaimana suatu kampung mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Contoh kecil ini ingin diberitahukan kepada dunia dan diikutikan dalam suatu kompetisi internasional,

Lomba ini digelar United Nations Development Programs (UNDP) dan UNFCCC Secretariat

Mahasiswi UB penggagas video Ulfatul

Lomba tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh dunia. Dari seluruh peserta tersebut pihak panitia hanya mengambil 40 video terbaik, masing-masing 20 video dari dua kategori. Glintung go Green, masuk di kategori Green and Climate Friendly Job , karena Ada 4 hal yang menjadi kunci utama bahwa 3G bisa menjadi jawaban Perubahan Iklim yaitu, Biopori, Teknologi Pycohydro, Bank Sampah,
Agriculture Vertical Farming,”ungkap Ulfatu Mahmuda.

Ternyata kalaborasi Glintung dengan Universitas Brawijaya ada hasilnya. ada mahasiswa dari Fakutlas Teknik Pertanian yang membuat video kampung ini sebagai suatu contoh bagaimana suatu kampung mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Contoh kecil ini ingin diberitahukan kepada dunia dan diikutikan dalam suatu kompetisi internasional,’’ kata Ketua RW 23 Purwantoro, Ir H Bambang Irianto kepada wartawan.

Glintung kini terus bersaing dengan Benin, salah satu Negara di Afrika Barat untuk memperebutkan peringkat teratas. ‘’Saya membangun kampung ini dengan kaidah-kaidah ilmiah, bahwa kampung ini juga harus didesain kampung yang ramah lingkungan, yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim,”ungkap Bambang Ir kepada Wartawan.

Menurut Bambang Irianto, ini merupakan kebangaan warga Kota Malang. Di ajang internasional ini tentunya tidak hanya untuk masyarakat Glintung maupun Kota Malang, namun untuk Indonesia. ‘’Saya berharap berbagai kalangan di tanah air, mari bantu vote video ini melalui perbanyak jumlah view, untuk mengangkat bahwa di Indonesia ada sebuah kampung mampu menjadi percontohan dunia dalam menghadapi perubahan iklim,’’ pungkas alumnus
Universitas Brawijaya ini sambil menginformasikan
Vote akan dilaksanakan 28 Oktober mendatang.

Posisi terakhir Indonesia di urutan 3 dan tertinggal makin jauh
1. benin 5 ribu
2. benin 4.2
3. Indonesia 3.6

Untuk memenangkan Iomba video global Youth Video Competition ini dan karena membawa nama Indonesia seharusnya, Indonesia berpenduduk 250 juta bisa memenangkan Competition ini. Namun kenyataannya justru Benin penduduknya cuman 10 juta orang memperoleh jumlah view tertinggi.

Untuk mendukung Indonesia suppot di link bit.ly/KITASATUINDONESIA
“Untuk menonton video berjudul gyvc 2018, Ulfatu Indonesia|green and climate friendly job. Tonton dari awal video sampai menit terakhir tanpa dijeda atau diskip. Jangan tekan repley. Lomba ini, hanya diambil satu juara dari vote terbanyak. Jadi kami sangat memohon bantuanya mensukseskan sejuta views,’’ pungkas mahasiswi UB yang juga santriwati di Pesantren Mahasiswa Firdaus, Merjosari ini.(*)

Pewarta :Djoko Winahyu

Leave a Reply