Kampung Payung, Destinasi Wisata Terbaru di Kota Malang

PolitikaMalang – Kampung Payung yang berada di kawasan Jalan LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Belimbing diresmikan menjadi kampung pariwisata dan kampung industri oleh Wali Kota Malang Ir. H Mochammad Anton dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Dr. Muhadjir Effendi, M.AP.

Wali Kota Malang, yang kerap di sapa abah anton, menegaskan bahwa, ia sangat bangga terhadap kreatifitas warga Malang. Yang kini lagi-lagi mengusung kampung tematik yang membawa Kebanggaan di Kota Malang dan sempat menjadi viral.

“Ya sangat bangga sekali karena di Malang sekarang ada kampung tematik lagi, dalam data kami sekitar ada 78 kampung unggulan. harapannya nanti agar Malang bisa menyongsong pariwisata lebih baik kedepannya dan tidak hanya wisatanya saja, melainkan juga dengan pendidikannya” ujar Abah Anton.

Abah Anton juga menegaskan bahwa pemerintah siap untuk menjembatani dan memfasilitasi setiap karya yang mampu go internasional. Karena menurutnya pihak perbankkan di Indonesia sendiri juga mencari kampung kreatif yang mampu menghasilkan industri.

Dimyati menegaskan bahwa hal ini tidak akan terwujud tanpa campur tangan masyarakat sekitar dan Mbah Rasimun yang merupakan sesepuh yang mengetahui sejarah kampung yang berada di kawasan Gang Taruna III LA Sucipto itu.

“Kami berharap kampung payung ini bisa menjadi kampung pariwisata yang sering dikunjungi oleh para travelling dan mampu mengurangi angka pengangguran di kampung ini dengan membudiayakan home industri payung” papar Ir. Dimyati yang merupakan salahsatu manajemen kampung payung.

Mbah Rasimunn mengungkapkan bahwa sebelumnya, viralnya kampung payung yakni saat mbah rasimun di undang oleh Sultan Hamengku Buwono IX di Solo pada tanggal (14/10). Yakni dengan memberikan penghargaan kepada Mbah Rasimun.

“Awalnya dulu saya beserta teman-teman saya pada saat penjajahan lari kesini. Mereka datang lalu mengajarkan kepada kami cara membuat payung hingga akhirnya mereka pulang, lalu saya yang meneruskan dengan kelyarga sampai saat ini” ungkap pria berusia 90 tahun itu.

Baca Juga :   Wawali Malang Sofyan Edi Antusias Amati Uji KIR

Ia juga mengungkapkan bahwa para panglima tersebut datang hanya untuk mencari tempat berlindung dari serangan belanda. Selama beberapa dekade para panglima tersebut menetap di sana hingga akhirnya mereka memutuskan pulang sesaat setelah Indonesia dinyatakan dan dikaui kemerdekaanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Dr. Muhadjir Effendi, M.AP pun ikut memberikan pengarahan bahwa kampung payung diharapkan untuk tidak membuat payung di jaman modern saja, namun juga harus mampu membuat payung dari mulai jaman dahulu hingga jaman sekarang, dan payung jenis apapun baik payung untuk pernikahan maupun untuk kebutuhan saat musim hujan.

“Ditambah lagi, hal ini bisa dijadikan sebagai pengetahuan untuk anak-anak bahwa bagaimana cara menjaga kebudayaan yang tercipta di tanah airnya sendiri, membuat payung dari tangannya sendiri. Sehingga akan muncul ide untuk menghak patenkan bahwa kampung payung adalah milik warga lowokpadas agar tidak di claim oleh pihak-pihak lain” ujar Muhadjir.

Leave a Reply