KBP Meriahkan Agustusan Dengan Festival Dolanan

PolitikaMalang – Peringatan HUT RI ke 73 selalu dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan, sebagai sebuah ungkapan rasa bersyukur dan luapan kegembiraan merayakan kemerdekaan dan kebebasan, semua warga masyarakat mengekspresikan dengan betbagai macam cara salah satunya lomba.

Hari itu Sabtu 18 Agustus 2018 di Kampung Budaya Polowijen yang berada di sebuah gang sempit yang merupakan jalan menuju Situs Sumur Windu Ken Dedes dan dekat dengan Makam Empu Topeng Malang Mbah Reni, tetdapat keramaian yang luar biasa. KBP yang seperti hari hari biasa hanya ada latihan menari topeng, warga membuat topeng, membatik atau mocopat di malam hari. Hari itu KBP sedang punya hajatan khusus buat anak anak yang dikemas dalam Festival Dolanan

Di Festival dolanan itu, banyak sekali anak anak kecil dengan pakaian warna warni ada yg memakai sragam sekolah bahkan baju adat, sedang serius mengikuti lomba mewarna, ndongeng, nembang dan tari yang semua bertemakan dolanan. Disisi lain orang tua peserta juga asik mengikuti Seminar Psikologi Anak yang di pandu oleh Himpunan Psikologi Indonesia Malang. Usai seminar 10 tim Psikolog dari HIMPSI itu serius menerima layanan konsultasi psikologi anak.

Salah satu ibu dari peserta yang bernama Nurhidayah merasa senang bisa konsultasi kepada tim Psikolog dan menayakan seputar anaknya yang hyperaktif “saya senang mendapat arahan dari psikolog kira kira dolanan yang efektif buat anak saya yang super aktif itu apa ya, tadi saya bertanya begitu”.

Dolanan atau permainan tradisional sesungguhnya adalah media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkembangkan karakter dan kepribadian anak. Demikian ungkap Dini L Nafiati salah satu tim psikokog Himpsi. “Apalagi jenis permainan tradisional dan dolanan bisa membantu anak terlatih untuk mengotrol diri, menahan diri dan belajar menyesuaikan lingkungan dengan teman sepermainannya, oleh karena itu patut untuk dilestarikan dan saya apresiatif terhadap KBP yang sudah peduli untuk hal hal begini”.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Di tengah berjubelnya peserta dan orang tua, KBP selalu menyuguhkan tari topeng malang secara kolosal. Agar tidak bosan ibu ibu peserta diajak menari bersama sehingga suasana makin kelihatan lebih seru.

Lomba mewarna yang terbagi dalam tiga kategori, PAUD, TK dan SD di tempatkan di 9 gazebo yang berada di depan rumah warga KBP. Suasana menjadi makin asri karena pemandangan yang cukup luas karena tempatnya persis diatas sungai dan membelakangi sawah tanaman padi

Ki Demang selaku penggagas KBP merasa senang atas antusiasme dan partisipasi dari sekolah yang mengirimkan siswanya sehingga warga masyarakat menjadi tahu arti penting budaya yang diajarkan di KBP. “setidaknya melalui festival dolanan peringatan HUT RI ke 73 lebih dimaknai sebagai upaya untuk mewarisi trasisi dan melestarikan budaya” pungkasnya.

Leave a Reply