Keberlanjutan BPJS Mandiri dan Jampersal Jadi Fokus Paslon ASIK

Politika Malang – Bidang Kesehatan menjadi salah satu fokus utama yang mendapatkan perhatian khusus, pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Mochammad Anton dan Syamsul Mahmud kedepan.

Tak mengherankan memang, karena pada periode sebelumnya menjabat sebagai Walikota Malang, Abah Anton terus berupaya memperhatikan kesehatan warga Kota Malang, khususnya yang warga kurang beruntung melalui berbagai program pemerintah,  seperti BPJS Mandiri gratis, Jampersal (Jaminan Persalinan) dan program lainnya.

Menurut Suami Dewi Farida Suryani itu program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, amat penting dan wajib diikuti oleh seluruh masyarakat. Lanjutnya apabila terkendala biaya, bisa meminta pengantar dari RT/RW setempat dan diajukan ke Dinas Kesehatan (Kota Malang). Dengan berbekal surat pengantar tersebut, kata Abah Anton warga kurang mampu akan digratiskan biaya iuran kepesertaan BPJS Kesehatan-nya.

Apabila warga kurang mampu sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, maka hidupnya akan lebih tenang. Saat sakit tidak perlu lagi memikirkan biaya berobat, karena sudah dijamin oleh pemerintah.

” Ke depan saya dan Mas Syamsul akan meningkatkan jaminan kesehatan masyarakat, yang tentu ini menjadi harapan masyarakat. Dan masyarakat sudah menyampaikan pada kita bahwa apa yang sudah diberikan pemerintah melalui BPJS mandiri secara gratis itu merupakan upaya upaya yang sangat baik dan perlu untuk ditingkatkan lagi,” beber Abah Anton saat melanjutkan agenda kampanyenya di wilayah Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Senin (5/3/2018) pagi.

Selain itu Abah Anton menambahkan, warga kurang mampu khususnya bagi ibu hamil di Kota Malang tidak perlu khawatir jika akan melakukan persalinan, karena Pemerintah Kota Malang akan menanggung biaya persalinan warga tidak mampu melalui jaminan persalinan (Jampersal).

Baca Juga :   Wawali Malang Sofyan Edi Antusias Amati Uji KIR

Dengan keberlanjutan program Jampersal tersebut, diharapkan dapat menekan angka kematian ibu yang melahirkan dan bayi. Semuanya tanpa dipungut biaya mulai dari pemeriksaan di Puskesmas dan keterbatasan transportasi jika rumah berjarak jauh dari puskesmas.

“Ini sudah berjalan. Jampersal ini upaya kita membantu anak lahir sehat. Saya bersama-sama Mas Syamsul berkomitmen untuk terus mengembangkan jaminan kesehatan masyarakat kita. Ini untuk mewujudkan Malang sebagai Kota sehat dan bersih,” tukasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2017 lalu Kota Malang juga berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara sebagai Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan RI yang diserahkan langsung oleh Menteri Nika F Moeloek kepada Walikota Malang Moch Anton. Ini merupakan penghargaan ketiga kalinya yang diperoleh Kota Malang di bidang kesehatan.

Leave a Reply