Kembali Beraktivitas Sosial, Abah Anton Kirim Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

PolitikaMalang – Kedermawanan dari sosok Mochamad Anton memang sudah menjadi buah bibir. Selepas bebas dari Lapas Porong 2 bulan lalu, Mantan Wali Kota Malang ini kembali beraktivitas sosial. Seperti dikutip dari Times Indonesia, sore ini, Ia mengirim bantuan paket sembako secara langsung kepada Satgas Covid-19 NU Malang Raya di Klinik NU Jalan Arismunandar, Kota Malang, Sabtu (3/5/20).

Pria yang akrab disapa Abah Anton itu membawa 100 paket sembako berisi beras, minyak goreng dan gula. Bantuan juga datang dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Malang Kota bersama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya yang dimotori Dr dr H Sugiharta Tandya, SpPK.

“Kami harap apa yang sudah diberikan ini bisa tepat sasaran kepada warga kita yang terdampak. Harus tepat sasaran sehingga yang diberikan bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Abah Anton.

Pemberian bantuan kepada posko Covid-19 PCNU Malang Raya


Ia berharap bantuan sosial dari berbagai pihak terus berdatangan karena menurut dia, pandemi Covid-19 adalah masalah bersama. Tidak hanya Indonesia, tapi seluruh dunia merasakan.

“Kita harus membantu saudara kita dalam situasi pandemi seperti ini. Mungkin sedikit bagi kita, tapi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Abah Anton juga mengajak masyarakat tetap mematuhi aturan dan anjuran pemerintah. Ia juga minta nilai kebersamaan dengan cara berbagi untuk terus ditingkatkan karena tidak ada jalan lain mengatasi Covid-19 selain dilakukan bersama-sama. 

Seperti Diketahui, Abah Anton bebas dari Lapas Porong, Jatim, pada 3 Maret 2020 lalu. Abah Anton bebas usai menjalani hukuman 2 tahun penjara atas kasus yang menimpanya selama menjadi Wali Kota Malang. Kehadirannya kembali ditengah masyarakat membiat pria yang juga menjabat sebagai bendahara PCNU Kota Malang ini sontak menarik perhatian dari warga Kota Malang.

Baca Juga :   Musrenbang Klojen, Tangani Pandemi Guna Pemulihan Ekonomi

Leave a Reply