Kemenristekdikti Percayakan ITN Malang Jadi Verifikator SINTA

PolitikaMalang- Berangkat dari salah satu diantara 4 institusi yang terbesar di Indonesia, Kementerian riset teknologi dan perguruan tinggi (Kemenristekdikti) akhirnya menunjuk ITN Malang sebagai salah satu verifikator data base penelitian akademisi atau SINTA.

Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ristekdikti, Juldin Bahriansyah mengatakan, ditunjuknya ITN Malang sebagai verifikator SINTA karena ITN Malang secara kinerja HAKI diakui luar biasa.

“Selain ada ITB, IPB, ITS, ITN juga merupakan salah satu dari 4 Intitusi tetbesar di Indonesia yang diakui Kemenristekdikti kinerja HAKI nya luar biasa.

Tak salah jika kita memberi kepercayaan kepada ITN untuk menunjuk menjadi verifikator,” kata Juldin Bahriasyah saat ditemui di 1O1 Hotel Malang, Senin (25/02/2019)

Jumlah verifikator SINTA sendiri saat ini ditargetkan oleh Kemenristekdikti mencapai 4.000 verifikator yang tersebar di seluruh Indonesia.”Semuanya itu dari perguruan tinggi,” tambahnya.

Mengingat goal dari Kemenristekdikti adalah menjadikan SINTA sebagai rujukan kegiatan akademik di Indonesia, maka diharapkan data base dari SINTA baik jurnal, riset serta artikel ilmiah yang diteliti oleh dosen dapat diverifikasi secara maksimal oleh kampus yang telah ditunjuk sebagai verifikator.

“Tugasnya adalah untuk menjamin agar isinya itu berkualitas, tolong kuasai. Kami berikan wewenang ini untuk menjalankan tugas Kemenristekdikti,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor ITN Malang Lalu Mulyadi mengapresiasi langkah Kemenristekdikti yang memilih ITN sebagai salah satu verifikator data base penelitian akademisi.

Menurut Lalu, pihaknya akan segera menerapkan program percepatan khususnya terkait pemberian support kepada dosen yang sedang atau akan melakukan penelitian.

“Hasil penelitian itu, kita bisa gunakan untuk perkuat sekaligus mengembangkan ITN Malang,” ucapnya.

Sebagai informasi, SINTA merupakan salah satu portal atau data base yang dikembangkan oleh kemenristekdikti dalam rangka pengukuran kinerja IPTEK yang meliputi kinerja dosen dan peneliti, kinerja jurnal, serta kinerja institusi.

Baca Juga :   Search With respect to Computer Help

“Berbeda dengan sistem lain yang telah ada sebelumnya di Indonesia, SINTA memiliki fungsirelasi, sitasi, dan pengindex.

SINTA juga menggunakan sistem entry-exit digital
dan dikelola secara multisektor yang mempunyai tugas dan fungsi sinergis yakni Kemenristekdikti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,” pungkas Lalu Mulyadi.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply