Kesejahteraan Petani dan Cita Kemandirian Pangan

PolitikaMalang – Sektor pertanian di Indonesia perlu terus dikembangkan. Hal ini berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak yang tertuang dalam cita kemandirian pangan di Indonesia. Akan tetapi, proses menuju kemandirian pangan tidak mulus, namun masih melewati jalan banyak jalan terjal salah satunya berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani.

Melihat berbagai fakta itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mengajak beberapa elemen dari Organisasi Kemanusiaan sekaligus Mahasiswa, para tokoh dan pengambil kebijakan untuk ‘urun rembug’ membahas kesejahteraan petani. Acara yang dihadiri ratusan peserta ini digelar di Hotel Pelangi 2, pada Kamis (30/11).

Dalam seminar tersebut yang turut hadir beberapa narasumber, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid, Tokoh Masyarakat Malang Raya Moch. M. Geng Wahyudi, Karang Taruna Jawa Timur, hingga Rektor Universitas Widyagama.

Ketua Bidang Pertanian dan Kelautan, Fahmi Ismail, mengatakan, pemuda harus menjadi pelopor sekligus penggerak, dalam menjawab tantangan kemandirian pangan saat ini.

Alumni Mahasiswa Pertanian diharapkan mampu menggerakkan kesejahteraan petani ataupun untuk terjun langsung memberikan masukan dan inovasi yang telah dipelajarinya dari bangku kuliah.

“Mahasiswa dalam hal ini adalah pelopor bagaimana upaya memajukan pertanian,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian, Nasri Abdul Hamid, menegaskan, Malang merupakan salah satu penghasil padi terbesar di Jawa Timur, kedepannya nanti akan bisa menanam padi 15.000 hektar.

“Sekarang masih 5.000 hektar, saya akan menyasar Malang Selatan, yang rendah itu irigasi padi, kalau di pegunungan itu holtikultura dan bisa menanam bawang merah, 2018 nanti bisa menanam bawang putih, di Malang itu paling bagus penanamannya, sehingga Pak Dirjen itu sering kesini,” Ujar Nasri.

Penyebab utama merosotnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian adalah terlampau kecilnya pendapatan dari pekerjaan sebagai petani. Berdasarkan indeks pertanian, rata-rata penghasilan per bulan petani di Indonesia hanya Rp 1 juta dan kondisi itu jauh di bawah rata-rata buruh industri yang gajinya mencapai sekitar Rp 2,5 juta per bulan untuk UMK di kawasan Malang Raya.

Baca Juga :   Wie man Spielautomaten-Spiele kostenlos spielt

Rendahnya pendapatan petani di Indonesia ini juga terkait erat dengan kepemilikan lahan petani. Rata-rata petani di Indonesia hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektar (ha). Lahan yang kecil itu pun dikerjakan oleh lebih dari 1 orang.

Rendahnya pendapatan di sektor pertanian, perpindahan profesi dari sektor pertanian ke sektor lainnya, terutama ke sektor industri tidak bisa terhindarkan lagi dan itu menjadi tantangan besar.

Sementara tokoh masyarakat Malang Raya M. Geng Wahyudi menyikapi dengan baik acara yang di gelar oleh HMI untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita kasihan terus terang melihat petani, kita melihat bangsa ini yang kebanyakan pemuda tidak mau di katakan sebagai petani, baik dari aspek apapun kalau bukan dari petani kita mau makan apa? Kita harus bersinergi dengan petani untuk terus meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia,” ujar Geng

Leave a Reply