Keseruan Prodi S1 Kepariwisataan FIA UB Gelar BCFF

PolitikaMalang – Agenda tahunan Prodi S1 Kepariwisataan FIA UB kali ini tampil beda .

Berbeda dengan pelaksanaan Brawijaya Culture & Food Festival (BCFF) yang dilaksanakan tahun sebelumnya, program
BCFF yang digelar Prodi S1 Kepariwisataan FIA UB kali ini memperkenalkan budaya dan kuliner ke generasi milenial digelar di luar Kampus bersama masyarakat umum.

“Kegiatan BCFF ini merupakan kegiatan reguler setiap tahun dari Prodi Kepariwisataan FIA UB, tetapi yang kali ini kita gelar adalah yang pertama yang kita laksanakan di luar kampus UB,” ujar Kepala Prodi S1 Kepariwisataan FIA UB, Sunarti.

Menurut Sunarti, selain memberikan pengalaman kepada para mahasiswa yang melaksanakan BCFF 2018 di luar kampus, juga bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat agar sadar wisata.

Sementara itu, Ketua Panitia BCFF 2018, laurensius Agum menjelaskan bahwa pelaksanaan BCFF tahun 2018 ini berbeda dengan yang sebelumnya. Selain dilaksanakan di areal Skodam kota Malang (di luar kampus), juga menampilkan budaya dan kuliner dengan konsep yang memang berbeda.

“Berawal dari keinginan kita untuk tidak hanya sekedar menampilkan festival dan atraksi budaya dan kuliner yang biasa-biasa saja melainkan memunculkan cerita, sejarah dan latar belakang dari atraksi budaya ataupun sajian kuliner yang ditampilkan di stand Brawijaya Culture&Food Festival,” ujar Agum.

Agum menjelaskan ada beberapa atraksi budaya yang disajikan dalam BCFF 2018 kali ini seperti Reog Ponorogo dan pencak silat tradisional yang juga diceritakan tentang filosofi dan sejarahnya yang diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi masyarakat dan generasi milenial yang hadir.

“BCFF kali ini dikuti oleh 23 pelaku kuliner dan dua organisasi daerah dari Madura dan Banyuwangi. Sajian kulinernya terbagi dalam beberapa kelompok yakni makanan tradisional, makanan yang memiliki sejarah dan makanan lokal,” ujar mahasiswa berambut gondrong ini.

Baca Juga :   Dandim 0833 Terima Kunjungan Silaturahmi PPAD Kota Malang

Setelah melihat pelaksanaan BCFF tahun 2018 yang hanya dilaksanakan sehari ini, Kepala Prodi S1 Kepariwisataan FIA UB, Sunarti menyatakan kegiatan BCFF perlu dilaksanakan setiap tahun untuk melatih kejelian para mahasiswa S1 Kepariwisataan melihat keunikan yang ada di masyarakat.

“Kita mencoba menghidupkan nilai keunikan budaya dan kuliner tradisional yang tidak dikenal lagi oleh generasi saat ini (milenial), apalagi di tengah gempuran budaya dari luar dan dampak teknologi yang sangat luar biasa,” pungkas Sunarti.

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply