Ketua KPK: Saya Mohon Maaf Wali Kotamu Kena

PolitikaMalang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Kota Malang lagi.   Namun kali ini kedatangan KPK bukan untuk penyelidikan kasus korupsi, apalagi operasi tangkap tangan (OTT), tapi dalam rangka menghadiri acara diskusi. Seperti dikutip dari Surya Malang, Ketua KPK Agus Raharjo menghadiri diskusi terbuka ‘Korupsi dan Pesta Demokrasi di Indonesia’ yang digelar di UB TV, Jumat (4/5/2018).

Menariknya, setelah acara diskusi, di depan awak media, Agus Raharjo berbicara tentang penetapan tersangka terhadap Wali Kota Malang non aktif, M Anton, dan pejabat terkait lainnya.

“Saya mohon maaf wali kotamu (Wali Kota Malang non aktif, M Anton) kena, banyak anggota dewan kena. Tapi ya itulah” ungkapnya. 

Agus juga menyayangkan bahwa kasus korupsi tersebut dilakukan secara berjamaah dengan melibatkan puluhan anggota dewan. 

“Yang memprihatinkan saya itu dari alat buktinya. Uang teman-teman dewan gak seberapa besar. Tapi sekecil apapun, jangan lakukan. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat anggota DPRD lainnya,” tambah Agus.

Dalam diskusi itu, ia juga menyebutkan bahwa banyak kepala daerah ditangkap KPK. Dari 34 gubernur di Indonesia, 9 gubernur sudah ditangkap. Sedangkan bupati/walikota ada 75 orang sepanjang periode 2004-2018.

“Saran KPK, KKN diminimalisir agar bisa berjalan transparansi. Karena itu perlu dijalankan e budgeting dan e planning. Begitu juga soal pengadaan,” papar Agus.

Menurut Agus, pemberantasan korupsi juga butuh “good will” dari para penyelenggara negara. 

“Pengawasan internal dan eksternal kurang. Saya ketuk hati teman-teman birokrasi, seperti panitia lelang. Jika ada yang tidak benar, laporkanlah,” pungkasnya.

Baca Juga :   Walikota Malang Sidak Perkantoran, Efektifkan PPKM Tahap 2

Leave a Reply