Ketua PCNU Daftar Cabup, ISNU Kabupaten Malang Kirim Surat Cinta

PolitikaMalang – Manuver politik Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Umar Usman yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Malang ke sejumlah partai politik tampaknya membuat internal organisasi warga nahdliyin itu bergejolak. Terbaru, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang turut memberikan respon. Dalam rilis yang diunggah di media sosial, salah satu badan otonom NU tersebut merespon sikap ketua PCNU Kabupaten Malang yang aktif mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Bupati Malang. Setelah sebelumnya ikut dalam penjaringan Calon bupati yang digelar PDIP, manuver tersebut berlanjut dengan mendaftarkan diri juga ke penjaringan yang digelar oleh partai NasDem.

Berikut rilis lengkap sikap ISNU Kabupaten Malang yang diunggah di akun media sosial resminya dengan judul “Surat Terbuka Untuk Ketua NU Malang”, termasuk laman Facebook pribadi dari ketua ISNU Kabupaten Malang, Abdullah Sam hari ini (5/11/19):

“Menyikapi riuh peta politik menjelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Malang, kami dari Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang merasa tergerak untuk ikut bersuara. Dalam beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, kami merasa ada sejumlah hal yang patut jadi renungan sekaligus perhatian serius. Wabilkhusus terkait rencana majunya sejumlah kader NU.

Kami menyadari itu hak setiap warga, termasuk kader NU yang akan terlibat dalam politik praktis. Hanya, setahu kami, NU sudah punya garis tegas di dalam khitah 1926. Apa itu? NU tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis yang bersifat politik kekuasaan. Politik yang dipegang selalu politik kebangsaan. Persoalan ada kader NU yang terjun dalam politik praktis, silakan saja. Namun harus dibedakan antara kader NU sebagai pribadi atau sebagai lembaga. Nah, di sinilah yang menjadi persoalannya.

Berdasar hasil diskusi kami di internal ISNU Kabupaten Malang, kami menilai ada kader NU yang ”membawa-bawa” jam’iyah NU untuk masuk dalam politik praktis. Karena yang bersangkutan masih masuk di dalam struktur PC NU Kabupaten Malang. Indikasi menyeret organisasi NU ke dalam politik praktis itu bersamaan dengan secara resmi yang bersangkutan mendaftar sebagai calon bupati lewat partai. Sementara ”baju”pengurus organisasi NU masih melekat.

Dari sisi etis saja, ini kurang pas. Karena akan terjadi konflik kepentingan di internal kepengurusan. Tidak semua pengurus NU dalam satu pilihan politiknya. Lebih luas lagi, tidak semua kader, atau warga Nahdliyin punya pilihan sama. Ini yang perlu dipahami. Menurut kami langkah yang sudah diambil pengurus NU yang sudah mengambil tiket maju menjadi calon bupati perlu dikoreksi bersama.

Saran kami dari ISNU, silakan saja memilih jalur politik praktis dengan catatan jabatan struktural di NU harus dilepaskan dulu. Ini kami kira cara elegan demi kemaslahatan NU dan jamaah. Jangan seret-serta bendera NU untuk ikut dalam tarik-menarik kepentingan sesaat itu. Tugas NU masih terlalu berat, mengurusi dakwah dan ekonomi umat.”

Salam dari kami, ISNU Kabupaten Malang.

( Hasil Diskusi Rutin, Pengurus Cabang ISNU Kabupaten Malang, Selasa 29 Oktober 2019)

Namun hingga berita ini dimuat, sejauh ini belum ada sikap resmi dari Umar Usman selaku ketua PCNU Kabupaten Malang menyikapi hal tersebut. Dari pantauan di media sosial, diketahui saat ini Umar Usman memang tengah aktif mempublikasikan berbagai kegiatannya dengan menempelkan jargon “Dokter Rakyat” dan “Kabupaten Malang Sehat”.

Senada dengan hal tersebut, seperti dikutip dari NU Online, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan jika ada pengurus NU yang maju dalam Pilkada, baik tingkat satu atau dua, mereka harus mundur dari jabatannya, bukan non aktif.

“Berdasarkan AD/ART yang baru, pengurus NU yang maju pilkada harus mundur, misalkan nanti kalah dan ingin duduk lagi sebagai pengurus NU, ya harus melalui konferensi, tidak otomatis,” katanya, Rabu (26/5).

Ia menyatakan, aturan baru ini untuk menghindari kerancuan yang timbul dari pengalaman pada periode sebelumnya dan sekaligus untuk menegaskan posisi khittah NU.

“Kita yakin kalau sesuai khittah akan lebih bermanfaat,” paparnya.  

Leave a Reply