Khofifah inisiasi Pusat Bursa Kerja Bagi Difabel

PolitikaMalang – Meski pemerintah sudah menerapkan UU No.4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang mewajibkan penyedia kerja memberikan kuota satu persen bagi difabel sebagai bagian dari tenaga kerja mereka — dan kemudian diperkuat dengan UU Penyandang Disabilitas yang disahkan pada 2016 yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara mempekerjakan difabel paling sedikit 2 persen dari jumlah pekerjanya–namun masih sedikit perusahaan yang mengetahui aturan tersebut.

Melihat kenyataan itu , Gubernur Jawa Timur terpilih Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Serius akan merintis program Millenial Job Center atau pusat bursa kerja bagi alumnus difabel Universitas Brawijaya (UB), karena masih banyak industri rumahan yang membutuhkan tenaga kerja profesional untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Hal ini di sampaikan Khofifah dalam diskusinya dengan sejumlah mahasiswa difabel di ruang rektor, Rabu (15/8/2018).

Kofifah menanyakan kemampuan apa yang dimiliki oleh mahasiswa difabel di UB.

“Saya ingin ada sesuatu yang bisa menyambungkan antara Program Millenial Job dengan kemampuan mahasiswa difabel,” kata Khofifah.

Dia menceritakan, ada perusahaan garmen terkemuka yang benar-benar memanfaatkan kemampuan difabel.

“Ketika kami magangkan mereka di sana, perusahaan garmen tersebut benar-benar menyerap kemampuan mereka 100 persen. Jadi seperti contohnya di tahun 2015 kami memagangkan 10 maka mereka menggunakan 10 orang tersebut,”katanya.

Sekretaris Pusat Study Layanan Disabilitas, Slamet Tohari menambahkan ada berbagai macam kemampuan yang dimiliki mahasiswa difabel, antara lain di bidang programmer dan event organizer.

Bahkan, kata dia, ada yang menuai prestasi internasional di Malaysia beberapa waktu lalu.

Rektor UB Prof Nuhfil mengatakan saat ini UB bekerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Timur membuat sebuah rencana strategis untuk membina dan mendampingi mahasiswa di berbagai macam bidang, seperti peternakan dan pertanian.

Baca Juga :   Heritage In Online Casino

Program Millenial Job Center akan menyiapkan job training dan skill tambahan bagi lulusan S1 maupun pendidikan vokasi, sekaligus membantu starting up usaha, serta promosi bagi usahawan muda dan dukungan pembiayaan usaha pada tahap awal usaha.

“Harapannya bisa lebih memaksimalkan ,adanya spesialisasi yang lebih memberikan kerja profesi mereka,” pungkas Khofifah.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply