Kisah Subur Triono Usai Bebas dari Penjara

PolitikaMalang – Lembaga Pemasyarakatan bukan akhir segalanya. Bahkan, dari dalam balik jeruji besi itu, banyak renungan, ide dan kontemplasi yang keluar, sehingga menjadikan seseorang lebih bijak usai bebas dari dalamnya.

Hal itulah yang kini sedang dialami Anggota DPRD Kota Malang, Subur Triono. Bebas dari LP Lowokwaru pada 24 Juni lalu akibat kasus penipuan, Subur mengaku belajar banyak hal selama berada di dalam hotel prodeo. Sebuah catatan selama berada di dalam penjara, akan ia jadikan sebuah buku dan dipersembahkan kepada masyarakat.

Isi bukunya bukan tentang pembelaan dirinya yang terlibat kasus penipuan, melainkan hasil renungan selama berada di balik jeruji besi serta amatannya akan pembangunan di Kota Malang. Meski di dalam penjara, intuisinya untuk berkontribusi pada masyarakat masih tetap dilakukan.

Kepada Politika Malang, Subur menceritakan banyak hal selama ia berada di dalam penjara. Satu pesan yang ia tekankan adalah, agar masyarakat bisa terhindar dari Lembaga Pemasyarakatan dan tidak berbuat melawan hukum.

“Kehidupan di penjara tentunya sangat berbeda dengan kehidupan normal. Di dalam penjara kita dibatasi banyak hal sedangkan di kehidupan normal kita bisa bebas melakukan aktifitas,” kata Subur.

Selama di dalam sel, ia mengaku tidak menjalani perlakuan khusus. Subur satu sel dengan 40 orang lainnya yang sedang dalam masa tahanan dan mengikuti aturan yang berlaku di dalam penjara.

“Saya tidur tanpa alas, bersama dengan orang lain yang satu sel dengan saya. Antre saat ke kamar mandi dan pola makan juga berubah,” tuturnya.

Untuk menghilangkan kepenatan selama dalam penjara, Subur mengaku membeli beberapa buku dan alat tulis. Ia menuliskan berbagai pengalamannua selama di penjara serta renungan lainnya di atas lembaran kertas tersebut.

Baca Juga :   Popularity Regarding Android Game titles Throughout That Smartphone App Market

“Ini saya sebut buku putih, isinya tentang banyak hal, termasuk renungan selama di dalam penjara, dan banyak hal lain,” tandasnya.

Subur juga tak ingin membahas lebih dalam perihal kasus penipuan yang melibatkan dirinya hingga masuk dalam bui. Ia hanya mengatakan, jika kasus yang dialaminya masih berbau politik, karena banyak kepentingan di dalamnya.

“Saya sudah tidak mau mengingat ingat lagi, saya ingin move on, menjadi wakil rakyat yang menampung aspirasi masyarakat,” bebernya.

Resmi bebas dari LP Lowokwaru 24 Juni lalu, Subur beserta keluarga langsung menuju pemandian Wendit untuk membuang sial dengan mandi di perairan tersebut serta mendonasikan pakaian yang selama ini ia kenakan dalam penjara.

“Beberapa hari setelahnya saya merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar di Jember, Jakarta, Blitar dan Malang,” tukasnya.

Dipecat PAN dan Upaya Hukum Subur

Menjadi tersangka hingg naik status dan akhirnya disidangkan, membuat Partai Amanat Nasional (PAN) dimana Subur berkarir politik selama ini memberikan surat pecat disertai surat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Mendapat surat tersebut, Subur bisa memahami posisi partai yang ingin membersihkan citra di hadapan publik. Namun, tetap dalam sebuah negara hukum, proses PAW dirinya selaku anggota dewan masih memerlukan kekuatan hukum tetap. Kasus Subur dengan PAN masih menjalani serangkaian proses sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menanggapi surat pemecatan dari PAN, Subur merasa ada yang janggal dengan apa yang dilakukan oleh partainya. Ia dianggap tidak menjadi kader partai, namun gajinya selaku anggota dewan masih dipotong dan diambil oleh PAN selama lima bulan terakhir.

“Harusnya partai konsisten, kalau sudah tidak menganggap saya sebagai kader, uang partai dari gaji saya tidak diambil, biarkan saja mengambang tidak saya ambil ya tidak diambil partai. Kalau masih diambil artinya saya sampai saat ini masih kader PAN,” ungkap Subur.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Meski menyadari posisi partai, Ia juga merasa kecewa dengan sikap PAN yang cepat mengambil keputusan pecat terhadap dirinya.”Kalau untuk masalah hukum di PN Jaksel saya serahkan pada pengacara, ini masih proses hukum, belum ada putusan tetap, sehingga saat ini saya masih anggota dewan,” tuturnya.

Meski berselisih dengan partai, Subur mengaku masih menjalin hubungan baik dengan para anggota DPC PAN. “Saya masih berhubungan baik, tidak ada masalah pribadi antara saya dengan kader PAN lainnya,” tukasnya.

Fokus Mengabdi pada Masyarakat.

Terbelit kasus penipuan dan menjadi sorotan publik tentunya merugikan Subur. Hal itu diakuinya dengan tegas. Namun, pria yang ramah senyum itu tak lantas berkecil hati.

Pada sisa waktu masa pengabdiannya sebagai anggota dewan, Subur ingin benar-benar lebih fokus bekerja untuk rakyat dan menyerap aspirasi mereka.

“Saya sekarang menjadi anggota Komisi A DPRD Kota Malang. Tupoksi saya disana akan saya maksimalkan, serap aspirasi rakyat melalui reses akan saya maksimalkan benar dalam sisa waktu menjadi legislatif,” kata Subur.

Ditanya soal karir politik mendatang jika benar tak lagi berada di PAN, Subur mengaku masih memikirkan apaka terus berkarir di dunia politik atau tidak.

“Masih saya pikirkan, karena keluarga terutama istri saya agak keberatan jika saya berkarir di dunia politik lagi, tapi saya belum memutuskan, biar waktu yang menjawabnya.” pungkasnya.

Leave a Reply