Kitty Kurth Beber Peran Sosial Media dalam Politik

PolitikaMalang – Peran media sosial dalam kancah perpolitikan pada era saat ini sangat sentral dan strategis. Media sosial, merupakan wadah bagi tokoh atau politisi untuk ‘mengumbar’ gagasan kepada masyarakat. Hal itulah yang ditegaskan oleh Kitty Kurth, pakar politik dari Amerika Serikat saat menjadi pemateri dalam acara dialog yang diselenggarakan Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI), yang digelar di Jalan Ijen No 73 Kota Malang.

Kitty Ruth yang merupakan seorang konsultan politik menceritakan, seorang politisi di Amerika Serikat sangat sukses menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyalurkan pikirannya kepada masyarakat. “Waktu itu dia menggunakan youtube sebagai sarana dan videonya dilihat lebih dari puluhan ribu orang,” kata Kitty Ruth.

Bahkan, sosial media juga dapat digunakan sebagai tolok ukur popularitas politisi yang akan menduduki jabatan publik dalam pemilihan atau election. Ia menambahkan, saat ini fenomena media sosial merupakan hal yang sangat mutlak, dan hampir semua masyarakat memilikinya, sehingga dianggap ampuh sebagai cara untuk mensosialisasikan gagasan kepada masyarakat luas.

Selain mengurai peran sosial media, dalam kesempatan yang dihadiri para akademisi hingga politisi, Kitty Ruth membeberkan jika dalam alam demokrasi tidak ada beda antara Amerika Serikat dan Indonesia. Proses kampanye hingga pemilihan umum tak lain merupakan sebuah seni bagaimana tokoh atau politisi menjaring perhatian kepada masyarakat. “80 persen kondisinya sama dimanapun, perbedaannya hanya 20 persen saja itupun dari tingkat manusia-nya dan kondisi sosial, secara umum perpolitikan sama,” tukasnya.

Kitty juga membeberkan perihal konstelasi politik yang terjadi di Amerika Serikat saat pemilihan presiden beberapa waktu lalu yang mempertemukan Donald Trump dan Hilary Clinton sebagai calon presiden waktu itu. Analisa Kitty menyebut, jika kemenangan Trump dikarenakan banyak faktor, termasuk dalam bahasa Kitty Trump bisa “Memanipulasi Media” dalam arti, karena sosoknya yang kontroversial, banyak media massa memberikan ruang yang penuh bagi Trump untuk menyampaikan visi dan misi. Sedangkan, Hillary cenderung sudah bersikap layaknya presiden Amerika Serikat, sehingga visi dan misi dia tidak tersampaikan ke publik.

Baca Juga :   E - Commerce Antar Kota Malang Raih Indonesia Award 2020

“Yang terpenting bagi calon yang ingin maju dalam kontestasi pemilihan atau election ada isu besar yang dibawa, dia harus jujur, memiliki integritas dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat, dan terpenting calon itu harus mau mendengar keluhan rakyat,” tukasnya.

Sementara Ketua KoPPI, Ya’qud Ananda Gudban, mengatakan forum pendidikan politik semcam ini merupakan hal yang sangat penting untuk menggugah berbagai kalangan lebih khusus anak muda agar tidak lagi ‘alergi’ terhadap politik. Sebab, dengan memahami hakikat dan ikut berpartisipasi di dalamnya, masyarakat bisa turut serta dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Tentunya sebelum kita berbicara politik secara nasional masyarakat harus tahu politik lokal terlebih dahulu karena itu merupakan titik tolaknya. Aneh rasanya ada warga yang tahu nama presiden, sedangkan ia tak tahu nama wali kota atau bupatinya,” kata Nanda.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang itu juga mengucapkan terima kasih kepada Konjen Amerika Serikat, karena berulang kali telah memberikan kesempatan kepada KoPPI untuk menggelar acara serupa dengan maksud untuk pendidikan politik kepada masyarakat.

Leave a Reply