Kolaborasi Tiga Kampung Tematik di Kota Malang Rayakan Festival Bug Gluduk

PolitikaMalang – Kota Malang adalah kota bersejarah dan banyak banyunan tua yang dibangun di era Kolonial Belanda masih berkuasa dan. salah satu yang menjadi ikon di kota ini adalah Buk Gluduk. Jembatan kereta api ini dibangun sebelum atau bersamaan dengan Stasiun Kotalama yang merupakan stasiun tertua di Malang, pada tahun 1879 dengan jalur rel kereta api yang menghubungkan Kota Malang dengan daerah-daerah lain di sebelah utara seperti Pasuruan dan Surabaya, serta wilayah barat seperti Blitar dan Kediri. Sementara itu, Buk Gluduk sendiri bisa dibilang sebagai sarana dan prasarana penunjang jalur rel kereta api.

Buk Gluduk terbentang mulai ujung timur Stasiun Kotabaru (yang mulai dibangun pada tahun 1941), melintang di atas pertemuan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Panglima Sudirman. Jembatan kereta api ini juga membentang di atas dua perkampungan unik di Kecamatan Blimbing, yakni Kampung Tridi di Jalan Temenggungan Ledok, Kelurahan Kesatrian dan Kampung Warna-warni, Kelurahan Jodipan yang terpisahkan oleh derasnya aliran Sungai Brantas yang bisa secara langsung di lihat dari Kampung Biru Arema yang masuk wilayah Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Klojen.

Besok pada hari minggu 23 Juni 2019 ke 3 kampung tematik itu (Kampung Warna Warni Jodipon, Kampung Tridi dan kampung Biru Arema akan merayakan Festival Bug Gluduk dimapan pada jam 08.00 akan dilansungkan Pembukaan di kampung warna warni disambut drumband, 08.30 Dibuka resmi oleh walikota Malang Bapak Sutiaji, Dilanjut tari tradisional 09.00-10.00. Acara menjadi seru karena semua tamu undangan dan pengunjung diajak Menuju kampung tridi melewati jembatan kaca disambut musik regge dan sajian bazar kuliner dan pameran lukisan. Dilanjutkan ke bantaran sungai disajikan atraksi bantengan malang dan kira kira 10.00-11.00 lanjut ke kampung Biru Arema aka disuguhkan disuguhkan Jaran kepang.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Istilah festival Bug Gluduk di pakai ketiga kampung bukan tanpa alasan selain ketiga kampung tematik tersebut di lintasi rel kereta api dengan bug Gluduk yang mensejarah, Kata Nuryanto sebagai salah satu penanggungjawab festival Bug Gluduk “Festival ini di buat sebagai salah satu apresiasi ke tiga kampung tematik untuk memperkenalkan ragam budaya masyarakat Kota Malang yang berasa di das brantas yang dulu sebagai perkampungan marjinal dan sekarang berubah menjadi kampung wisata”.

Festival ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa kampung tempat bersatunya ragam kepentingan dan ragam sosial budaya. Sehingga festival ini mempersatukan antar kampung dengan membangun kesadaran peletarian cagar budaya dan menjaga lingkungan.

Leave a Reply