Komisi E DPRD Jatim Pantau Penyaluran Bansos di Kabupaten Malang

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menerima kunjungan tamu dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, antara lain Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih dan anggota, Sri Untari di Peringgitan Kabupaten Malang, Jumat (8/5) pagi. Kedatangan keduanya tak lain untuk memonitoring pendataan tentang pengalokasian bantuan jaringan sosial bagi masyarakat Kabupaten Malang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang terdampak adanya wabah Covid-19.

Dalam monitoring itu, apa yang menjadi kekurangan Pemkab Malang dikomunikasikan. Sedangkan, langkah penyaluran bantuan sosial dan penanganan penyebaran Covid-19 oleh Pemkab yang dinilai sudah bagus pun sebaliknya mendapat support. Tak terkecuali, Hikmah dan Untari sekaligus memberikan solusi-solusi agar pengalokasian bantuan jaringan sosial ini berjalan maksimal dan tepat sasaran. Pasalnya, pihaknya sempat mendapati laporan terkait ada keluhan dari bawah ketika dalam penyaluran bantuan itu ada yang luput, ada datanya tidak pas, dan ada yang terlambat.

‘’Dinas Sosial sebagai pelaksana bantuan sosial ditingkatkan penyalurannya dan akuntabilitas. Agar merata, solusinya yakni sesuai hasil rapat dengan Forkopimda, data dari Dukcapil ada 860 ribu KK se Kabupaten Malang dipetakan lagi dengan memetakan masyarakat statusnya kaya, karena jumlahnya lebih sedikit mungkin di angka 20 persen. Jadi, tingga dikurangi dan ditemukan data terbaru dari jumlah status masyarakat yang miskin atau tidak mampu,” terang Bupati didampingi Hikmah dan Untari saat ditanya awak media usai kegiatan tadi.

Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati mengatakan, kalau pemetaan dan pendataan ulang itu dilakukan semuanya atau 100 persen, artinya status kaya, menengah dan miskin, diyakininya mungkin sebulan tidak selesai. Langkah pendataan oleh Pemkab Malang dibantu penuh jajaran Polres Malang dan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu melalui dari Kapolsek dan Danramil hingga Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di tingkat Desa-Kelurahan. Untuk bantuan bagi masyarakat di bulan Mei ini sedianya didealine pada pertengahan bulan Mei ini sudah tersalurkan. Bantuan ini berupa sembako 20 kg untuk setiap KK nya, plus terlur ayam yang belum terdistribusikan kemarin.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

‘’Petugas yang menyalurkan bantuan sosial itu tinggal mengurangi angkanya sehingga ditemukan data yang layak dibantu. Saat ini, Pemkab Malang menganggarkan bantuan untuk sementara 520 KK se Kabupaten Malang. Indikator yang tidak layak itu orangnya kecukupan, punya mobil, masih ada penghasilan, dan PNS. Kalau GTT, guru mengaji, guru PAUD/RA/TK/ , semuanya akan dikasih. Untuk bantuan telur yang akan mengemas ini Kepala Desa dan relawan di masing-masing desa,” terang Abah Sanusi. 

Leave a Reply