Kota Malang Raih Dua Penghargaan di Good Practices Awards

PolitikaMalang – Kota Malang kembali meraih prestasi terbaiknya. Senin malam (22/10/2018) , Kota Malang meraih dua penghargaan di Penganugerahan Good Practices Awards 2018 yang di gelar di hotel Shangri-La Surabaya.

Satu penghargaan di Otonomi Award dan satu penghargaan di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik(Kovablik) Tingkat Jawa Timur.

Dua penghargaan itu langsung diterima Wali Kota Malang H. Sutiaji dari Gubernur Jatim Soekarwo.

Dua penghargaan yang diraih Kota Malang yaitu, kategori khusus daerah dengan terobosan inovatif untuk orang dengan disabilitas yang di raih Puskesmas Janti, Sukun dengan inovasi Braille E-Ticketing Extraordinary Information (Brexit).

Satu penghargaan lagi diraih atas inovasi UPT Perbengkelan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, dengan E-MAS (Electronic Maintenance Warning System) untuk kategori Top 25 Kovablik.

Provinsi Jawa Timur sudah sejak tahun 2016 menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, Tahun 2016 Kota Malang meraih 2 penghargaan, Tahun 2017 meraih 2 penghargaan dan Tahun 2018 ini, Kota Malang mempertahankan dengan 2 penghargaan.

Gubernur Jatim, Dr. Soekarwo dalam sambutannya meyampaikan apresiasi kepada atas komitmen daerah terhadap pelayanan publik. “Jalan untuk menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat itu adalah pelayanan publik. Inti dari pertemuan hari ini acara hari ini , award ini adalah mendorong betul terhadap governance di seluruh Indonesia” Tegas pakde Karwo sapaan akrabnya.

Selanjutnya Mendagri Tjahjo Kumolo juga menyampaikan komitmen dalam otonomi award “Program inovasi ini sangat menarik, kami ingin dalam konteks nawacitanya bapak Jokowi dan bapak Yusuf Kalla membangun hubungan tata kelola pemerintah pusat dan daerah harus semakin efektif, efisien, mempercepat reformasi birokrasi dalam upaya memperkuat otonomi daerah.

Itu salah satunya adalah bagaimana kepala daerah mampu melahirkan inovasi-inovasi demi kemaslahatan masyarakat dan daerah.” Ujarnya

Baca Juga :   Dewan Dorong Pemkot Malang Maksimalkan Layanan Publik

“Dua penghargaan ini menjadi pemicu kami untuk terus berinovasi. Seluruh OPD harus terus berinovasi untuk kemudahan pelayanan publik,” kata Wali Kota Malang. H. Sutiaji.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan Puskesmas Janti sangat memudahkan bagi bagi penyandang disabilitas tuna netra. BREXIT (Braille Eticketing Extraordinary Information) merupakan inovasi layanan kefarmasian yang ramah disabilitas netra.

Sebagai sarana penunjang yang menjembatani keterbatasan penyandang disabilitas netra untuk melihat aturan minum obat yang diupayakan mampu meminimalisir risiko kesalahan minum obat bagi pasien.

Dengan penyediaan sarana BREXIT berupa pencetakan etiket dan papan nama ruangan dalam huruf Braille. Upaya ini merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau sesuai misi Puskesmas Janti yang ramah disabilitas netra. “Dengan inovasi ini adanya kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra dengan segala keterbatasannya untuk mengakses layanan kesehatan secara penuh tanpa tergantung kepada orang lain,” terang Sutiaji.

Selain itu, inovasi dari Puskesmas Janti, inovasi E-MAS (Electronic Maintenance Warning System) dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang juga mendapatkan penghargaan.

Inovasi ini merupakan system peringatan dini untuk perawatan kendaraan/peralatan operasional.

E-MAS berisi rangkaian prosedur yang dihasilkan oleh system berbasis teknologi informasi yang memungkinkan unit kerja pada Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penjadwalan perawatan rutin pada kendaraan/peralatan, melakukan pemantauan kelayakan operasional secara rutin setiap hari serta antisipasi dini terhadap kerusakan-kerusakan. Sehingga kendaraan/peralatan terhindar dari kerusakan mendadak pada saat beroperasi.

“Selain berfungsi untuk memonitor penggunaan kendaraan/peralatan, juga memungkinkan E-MAS untuk memantau efisisiensi pengaturan rute dan penggunaan bahan bakar, efisiensi kegiatan pengolahan sampah di TPS serta mengevaluasi kebutuhan operasional alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” pungkas Sutiaji. (*)

Baca Juga :   Dewan Dorong Pemkot Malang Maksimalkan Layanan Publik

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply