KPK Beri Hadiah Buku Sejarah Pemberantasan Korupsi

PolitikaMalang – Sekolah pengawasan pemilu tidak saja menyajikan materi pengawasan kepemiluan, akan tetapi peserta dibekali pengetahuan seputar anti korupsi dari KPK RI.

Seperti yang di lansir Alimmustofa.com
(5/4/2019). Nanang Farid Syam bidang PJKAKI KPK dalam paparanya menyampaikan , pemberantasan korupsi telah banyak melakukan pencapaian, meski begitu masih banyak yang harus dikerjakan untuk melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini.

Bagas salah satu peserta berpendapat “ Keberhasilan KPK memang kita akui dengan pencapaian tangkapan OTT pelaku korupsi, meski begitu masih banyak tindak pidana korupsi.

Satu hal yang perlu saya sampaikan adalah prestasi KPK yang dicapai apa sih, sampai hari ini Gongnya belum dapat,” ungkap Bagas mahasiswa fakultas hukum Universitas widyagama.

“ Korupsi adalah kejahatan extra ordinary crime, tetapi dengan banyaknya tangkapan KPK apakah merupakan prestasi KPK, saya kira bukan, karena toh korupsi makin banyak, hal ini mungkin salah satu penyebabnya adalah beaya politik yang tinggi. Pendapat saya bagaimana jika beaya politik partai di tanggung negara,” ungkap Herman dari fakultas hukum.

Nanang Farid Syam membenarkan bahwa salah satu timbulnya korupsi adalah mayoritas beaya politik yang tinggi. Pemikiran saya harusnya KPU dan Bawaslu membuat standarisasi kompetensi calon legislative dan politisi yang kontestasi di pemilu.

Sesi penutupan materi pemilu dan korupsi adalah pemberian hadiah buku sejarah pemberantasan korupsi kepada peserta yang paling aktiv bertanya diambil satu orang masing-masing fakultas. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

Leave a Reply