KPU Ajak Dispendukcapil Dalam Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2018

PolitikaMalang – Upaya pemutakhiran data dan daftar Pemilih pada ajang Pilkada Malang terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang dengan mematangkan persiapan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Upaya itu salah satunya ditindaklanjuti dengan Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih yang dihadiri oleh Komisioner KPU Jawa Timur Divisi Perencanaan dan Data, Choirul Anam, KPU Kota Malang dan juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (disdukcapil). Bimtek itu di gelar di Hotel Aria Gajayana, Malang, Kamis (14/12).

“Kami beri soal untuk PPK dan PPS Malang yang berjumlah 196, terkait pemutakhiran data pemilih, mulai dari pembentukan PPDP hingga pencocokan sampai di tetapkannya menjadi TPS dan DPT,” ujar Komisioner KPU, Deni Bachtyar.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) merupakan jantung dari pelaksanaan pemilu. Karena itu, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan harus dipersiapkan dengan matang.

“Yang paling urgent , program E-KTP yang sudah biasa di Indonesia dan tantangan KPU tetap mendata pemilih pemilih potensial non KTP Elektronik, Nah dari data – data ini kami koordinasikan dengan database dari kependudukan di Kemendagri,” imbuhnya.

Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) akan disalurkan ke KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada mendatang. Setelah DP4 telah diterima, Deni menyatakan, akan disingkronkan dengan data pemilu terakhir, yakni DPT pilpres 2014. Data terbaru dari Kementrian Dalam Negeri (kemendagri) akan dimutakhirkan kembali. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi warga yang tidak terakomodir Dalam DPT tersebut.

“Jumlahnya masih di pemkot, kita masih menunggu sinkronisasi dari DP 4 dan dari DPT pemilu terakhir dari KPU RI, jadi DP 4 sudah menyerahkan ke KPU RI, sekarang dalam proses sinkronisasi, nanti tgl 26 sampai 30 baru turun, dari situ kami susun menjadi data pemilih per kelurahan hingga ke TPS, itu yang jadi bahan coklit petugas di lapangan,” pungkas Deni.

Baca Juga :   Perkuat Data Aset, Pemkot Malang Gandeng KPK

Deni juga menambhakan, data Dispendukcapil seluruh Indonesia dikirim ke Kemendagri. Kemudian kemendagri menyerahkan data secara simbolis kepada KPU pusat. Setelah itu DP4 tersebut dibagikan ke KPU kabupaten/kota maupun provinsi yang menyelenggarakan Pilkada.

“Tanggal 20 Januari dilakukan coklit pertama, seluruh KPU Indonesia akan melakukan coklit serentak, di targetkan nanti 1 jt 500 kepala keluarga. Selama ini kan coklit masih PPDP jadi ini nanti sudah coklit nasional,” pungkasnya.

Dan di harapkan, PPK dan PPS bisa memahami dengan utuh sehingga sampai perencanaanya nanti bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan data pemilih yang akurat.

Leave a Reply