KPU Kabupaten Malang Targetkan 60 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020

PolitikaMalang – Turunnya antusiasme masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 membuat suasanna politik di Kabupaten Malang terkesan sepi. Padahal di kota-kota lainn seperti Surabaya dan Lamongan memiliki gejolak politik yang luar biasa walaupun ditengah pandemi COVID-19.

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang Mahendra Pramudya Mahardika menjelaskan bahwa adanya beberapa faktor terkait penurunann jumlah partisipasi masyarakat Kabupaten Malang untuk menggunakan hak pilihnya.

“Salah satunya, satu TPS pada pilkada kemarin terlalu luas cakupannya. Jadi, satu TPS dulu untuk 800 pemilih. Itu bisa saja beda desa dan jauh. Jadi, orang malas memilih,” ungkapnya (24/6/2020). 

Selain terkait jauhnya jarak TPS (tempat pemungutan suara) dengan rumah pemilih, Mahardika menyebutkan bahwa faktor selanjutnya  terkait gagasan, visi misi atau pembahasan antar-calon kepala daerah yang dianggap masyarakat kurang menarik. 

Berdasarkan data, jumlah partisipasi masyarakat di setiap momentum Pilkada Kabupaten Malang terus menurun, Mahardika mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan terdapat kenaikan jumlah pemilih sebesar 60 persen untuk pilkada 2020. 

“Sama kayak yang 2015, 58,5 (persen), tapi meningkat sedikit lah kami tingkatkan sedikit. Sebanyak 60 persen itu sudah cukup bagus,” ungkapnya. 

Target 60 persen partisipasi masyarakat yang tidak beda jauh dengan pilkada 2015 dikarenakan pada pilkada  2020 ini terdapat tambahan tantangan. Yakni bencana non-alam covid-19.

“Apakah masyarakat mau ke TPS saat masa pandemi begini? Itu yang jadi kendala. Tapi kami usahakan agar meningkat dengan sosialisasi di media sosial dan banner-banner,” jelasnya.

Mahardika juga menambahkan bahwa besar harapan untuk para calon bupati dan wakil bupati agar menyajikan program-program serta kampanye yang menarik. Karna, hal tersebut juga dapat meningkatkan antuasisme masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, terlebih lagi saat pandemi COVID-19.

Baca Juga :   Sambangi Ngajum, Bu Nyai Paparkan Program Pemberdayaan Masyarakat

Leave a Reply