KPU Siapkan Anggaran Pilkada Kota Malang untuk 7 Paslon

PolitikaMalang – Pilkada Kota Malang bakal digelar tahun 2018 mendatang. Namun, sejumlah proses akan dimulai pada tahun ini pada kisaran bulan Juni. Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Malang, Azhari Husein, mengatakan, jika pada bulan tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan adanya Pilkada tahun mendatang. Sosialisasi, nantinya disusul dengan tahapan awal yang akan dibuka pada September mendatang. Proses tersebut berkaitan dengan persiapan teknis yang dilakukan oleh KPU Kota Malang.

Azhari mengungkapkan, kebutuhan anggaran Pilkada Kota Malang sebesar Rp 30,9 miliar dan sudah diajukan pada APBD tahun ini untuk sebagian anggarannya. Besaran angka tersebut digunakan untuk bermacam hal terkait dengan pilkada termasuk juga anggaran untuk baliho kampanye calon yang nantinya akan bertarung di Pilkada Kota Malang.

Besaran angka itu pula juga disiapkan untuk kemungkinan 7 pasang calon yang akan maju dalam kontestasi di pesta demokrasi Kota Malang itu. Menurut Azhari, estimasi 7 pasangan calon dilihat dari jumlah partai politik yang memiliki legislatif serta kemungkinan hadirnya calon independen yang nantinya akan berebut kursi ‘N-1’. “Selain itu pengalaman pada Pilkada periode lalu juga ada banyak calon yang maju,” kata Azhari Husein.

Jika mengaca pada Pilkada Kota Malang pada 2013 lalu, maka terdapat enam pasangan calon, masing-masing pasangan yang diusung gabungan partai politik yakni H. Moch Anton-Sutiaji, Heri Pudji Utami-Sofyan Edy Jarwoko, Sri Rahayu-Prijatmoko Oetomo, Agus Dono-Arif HS, dan pasangan dari jalur independen yakni Dwi Cahyono-Muhammad Uddin serta Mujais-Yunar Mulya. Pengalaman enam calon tersebut juga menjadi pelajaran dan juga membuka prediksi akan hadirnya calon serupa nanti yang ikut dalam percaturan politik, sehingga KPUD perlu membuat estimasi dana, salah satunya berdasarkan jumlah calon.

Baca Juga :   David Lennon's 1965 Epiphone Casino

“Lebih baik anggaran itu lebih, daripada kita estimasi calon sedikit ternyata yang daftar ke KPU banyak, sehingga untuk menambah anggaran akan membutuhkan waktu juga pada saat tahapan sudah dimulai,” tukasnya.

KPUD berharap dalam Pilkada Kota Malang tahun depan jumlah angka golput bisa ditekan sehingga, proses demokrasi berjalan dengan baik.

Leave a Reply