Kunjungi Lawang, Forkopimda Kabupaten Malang Tinjau Check Point dan Serahkan Bansos

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Forkopimda Kabupaten Malang kembali menggelar bakti sosial dengan membagikan beras sebanyak 4,5 ton di wilayah kerja Kecamatan Lawang, Singosari dan Pakis, Selasa (28/4) siang. Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan peninjauan keberadaan pos check point di titik perbatasan atau pintu masuk ke wilayah Kabupaten Malang masing-masing Lawang, Singosari dan Pakis. Khusus bantuan diberikan bagi masyarakat yang dinilai ikut terdampak adanya wabah virus Covid-19.

Berangkat dari rumah dinas Bupati di Jalan Gede Kota Malang, Abah Sanusi langsung menuju titik pertama penyerahan bantuan bahan pokok di Panti Pangesti Lawang. Kemudian, berlanjut ke lokasi pos Check Point di Lawang yang terletak tak jauh dari jembatan layang Lawang. Berikutnya, Bupati bersama rombongan bergeser ke Panti Asuhan Griya Asih di Desa Sumberwaras Lawang untuk menyerahkan sembako. Begitu pula, kala berkunjung ke TPQ KH. Maksum yang berlokasi di Desa Sidoluhur.

Bupati juga menyempatkan meninjau pos check point lainnya di Lawang, tepatnya di pintu Tol Mapan Lawang dan Dengkol Singosari. Sebelum kemudian, giliran berkunjung ke Ponpes KH. Samsul Lok Jati – Singosari juga untuk menyerahkan bantuan sembako. Titik giat berikutnya adalah ke wilayah Pakis, tepatnya ke Perusahaan Sepatu CV. SANI – Pakis untuk menyerahkan bantuan sembako. Hal serupa dilakukan saat berkunjung ke Pabrik Gabriel.

”Kegiatan ini bagian dari Pemkab Malang bersama Forkopimda dalam upaya penyaluran baksos secara langsung untuk memberikan dan membantu meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 terkait kebutuhan bahan pokok. Jika sebelumnya, kegiatan digelar di wilayah Malang Selatan, kini kegiatan berlangsung di Lawang dan Singosari. Evaluasi dari distribusi baksos, untuk sementara berjalan lancar namun perlu pendataan yang jeli karena masih ada masyarakat yang seharusnya menerima justru belum,” jelas Abah Sanusi saat diwawancarai awak media disela-sela kunjungan di Lawang, tadi.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Bupati juga menjelaskan, agar tidak ada masyarakat yang masuk layak menerima kemudian terlewatkan mendapatkan bantuan, maka pendataan terbaru dari desa nanti diharapkan bisa segera terealisasi. Pasalnya, kendala muncul karena data yang dipakai Pemkab Malang melalui Dinas Sosial itu data lama seperti yang terangkum dari data yang ada Kementerian Sosial. Padahal, dalam perkembangannya, juga ada perubahan data terkait perubahan sosial ekonomi masyarakat atau data ketimpangan sosial dari masyarakat di daerah-daerah.

”Semisal, dulu yang termasuk orang miskin sekarang sudah kaya, yang dulu kaya kini sekarang menjadi miskin. Merubah data ketimpangan itu masih sangat susah merubahnya di Kementerian Sosial, walaupun diusulkan masih tetap. Pemkab akan menerima data baru dari desa/kelurahan, maka akan diusulkan agar datanya berubah, yang tidak kebagian nanti akan dicover dari dana Covid-19. Kegiatan tadi ini sekaligus untuk melakukan peninjauan keberadaan lokasi check point yang juga disiapkan untuk PSBB. Jika nantinya usulan Pemerintah Kabupaten Malang diajukan dan disetujui, serta menetapkan sebagai daerah yang harus melakukan PSBB sehingga sudah siap. Persiapan untuk menuju ke PSBB,” pungkas Abah Sanusi.

Leave a Reply