Kunjungi Pasar Lawang, Bupati Ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM bersama Kapolres Malang, AKBP. Hendri Umar, SIK. MH dan Dandim 0818 Kabupaten Malang- Kota Batu, Letkol Inf. Ferry Muzawwad menggelar kunjungan ke Pasar Lawang dan Pasar Singosari. Hal ini terkait upaya percepatan dan pemaksimalkan langkah Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengurangi angka dan memutus persebaran Covid-19 di dua wilayah yang kini masih berpredikat Zona Merah tersebut. Bupati bersama Kapolres dan Dandim mengawali kegiatan ke Pasar Lawang. Setiba di lokasi, sejumlah Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang dan Muspika setempat sudah stanby menyambut.

Ketiganya kemudian berjalan kaki menuju area dalam pasar untuk memantau perkembangan aktivitas para pedagang dan pengunjung. Pasar tampak lengang dan tak seramai biasanya, karena kios dan lapak banyak yang tutup lantaran para pedagang sudah mulai menerapkan ganjil genap. Kemudian, Bupati bersama Kapolres dan Dandim yang juga ditemani paguyuban pedagang dan relawan pasar tangguh Pasar Lawang bergeser ruas jalan pasar yang ada di sebalah utara pasar. Biasanya, di ruas jalan ini sangat dipadati pedagang, namun tadi kondisinya juga cukup lengang. Tampak juga tim Satgas Covid-19 Pemkab Malang melakukan penyemprotan desinfektan dan memberikan sosialisasi tentang penerapan New Normal serta protokol kesehatan Covid-19.

Sesampai di ujung ruas jalan, Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati giliran mengunjungi tenda POS Covid-19 Pasar Lawang. Di pos ini, tampak tim medis dari Satgas Covid-19 juga melakukan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, adalah pelayanan rapid test kepada para pedagang dan pengunjung. Sosialisasi atas bahaya Covid-19 di masa pandemic ini terus dilakukan tim tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tak terkecuali, mereka juga terus mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

Baca Juga :   Nyekar ke Makam Bung Karno, Bu Nyai: Beliau kawan Berdiskusi Kakek Saya

‘’Selama terkendali, Pemkab Malang tidak jadi menerapkan rencana penutupan Pasar Lawang. Namun seluruh pedagang dan pengunjung harus lebih hati-hati. Kalau kemudian banyak yang kena Covid-19 hingga meninggal, terpaksa ditutup supaya berhenti dulu. Kalau sudah terkendali dan sudah tidak ada penyebaran lagi, ya tidak ada penutupan. Selama tidak ada penambahan. Namun kalau sebaliknya, justru semakin bertambah maka akan ditutup sementara. Supaya berhenti dulu daripada bekerja disini kemudian kena Covid-19,” terang Abah Sanusi, saat diwawancari awak media, usai kunjungan.

Bupati Malang lantas menyebut, Pemkab Malang belum memutuskan akan menerapkan PSBB Lokal di wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari. Pihaknya akan melihat perkembangan hingga beberapa hari ke depan. Serta menanti anjuran dari Gubernur Jawa Timur terkait hal ini. Sementara ini, secara pribadi Bupati Malang belum ada rencana penerapan PSBB. Tetapi jika memang membahayakan, dan sudah diputuskan Gubernur yang memang turut mengawasi perkembangannya juga, maka terpaksa ditutup karena menjaga masyarakat ini agar tidak semuanya tertular. Pasalnya, sangat berbahaya jika kemudian orang yang belanja dan pedagangnya terkena Covid-19.

‘’Sebab, di wilayah Kabupaten Malang itu tinggal Kecamatan Lawang dan Singosari yang berpredikat Zona Merah. Untuk Kecamatan Karangploso sudah tinggal dua pasien, mungkin dalam minggu ini sudah sembuh. Penerapan PSBB Lokal, pemkab masih menunggu kalau masyarakat tidak mau menahan diri dan terus berkembang itu akan dievaluasi, dan yang menentukan PSBB itu nantinya adalah Gubernur serta mendapatkan persetujuan Kementerian Sosial. Rencana PSBB Lokal ini berlaku hanya untuk Lawang dan Singosari,” terang Abah Sanusi.

Titik kunjungan kedua kemudian berlanjut ke wilayah Kecamatan Singosari dengan diawali singgah di Posko Covid-19 yang ada di depan Pasar Singosari. Di dalam tenda, tampak tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang membuka rapid test kepada para pedagang dan sejumlah pengunjung. Kemudian, Bupati bersama Kapolres dan Dandim bergeser ke wilayah Kelurahan Pagentan untuk meninjau titik lokasi di Jalan Tumapel yang akan didirikan Posko Check Point, karena jalan ini begitu ramai dilalui pengguna jalan. Serta titik terakhir adalah lokasi di Pintu Gang yang menuju Desa Banjararum. 

Leave a Reply