Langkah Arief Wicaksono Rebut Kursi N-1

PolitikaMalang – Lantunan lagu Indonesia Raya, mengiringi kedatangan Ketua DPC PDI Perjuangan, Arief Wicaksono untuk mendaftarkan sebagai bakal calon Wali Kota Malang dari partai yang membesarkan namanya, Kamis (15/6). Mendengar lagu kebangsaan Indonesia itu, Arief Wicaksono berkaca-kaca, rasa nasionalisme serta tekadnya untuk memajukan Kota Malang menjadi visi besarnya untuk masyarakat.

Arief tak datang sendirian, ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Malang dari 5 Pimpinan Anak Cabang (PAC) turut mengantarkannya menapak langkah awal merebut kursi Wali Kota Malang di pilkada tahun mendatang. Tak hanya itu, 10 kader PDI Perjuangan Kota Malang yang duduk di kursi dewan juga turut menjadi saksi jika Ketua DPRD Kota Malang itu bertekad maju di ajang pilkada.

Kedatangan Arief Wicaksono ke Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Panji Suroso mendapat sambutan hangat dari Tim 5 partai yang diketuai I Made Rian Diana Kartika. Sekertaris DPC PDI Perjuangan, Abdul Hakim, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Suprapto, Ketua PAC Kedung Kandang Arief Hermanto hingga politisi senior partai yang juga anggota dewan Prijatmoko Oetomo, berada di garda depan untuk mendaftarkan kader terbaiknya sebagai bakal calon wali kota, sedang Arief Wicaksono didampingi sang istri duduk berada di baris kedua kursi. Kondisi itu menandakan satu hal penting, yakni, sosok Arief Wicaksono didaftarkan oleh para kader partai atas dukungan dari semua simpatisan dan kader PDI Perjuangan dari tingkat ranting.

Uang gotong royong senilai Rp 25 juta juga diserahkan kepada Tim 5 sebagai syarat pendaftaran dan pengambilan formulir. Uang tersebut merupakan hasil dari gotong royong para kader dari tingkat PAC. Lembaran pecahan dua ribu rupiah hingga pecahan ratusan ribu mewarnai gepokan uang yang diserahkan kepada Tim 5. Hal itu sekali lagi menandakan jika kader partai solid dan mau bersama-sama “urunan” untuk mengusung Arief Wicaksono sebagai bakal calon wali kota.

Baca Juga :   Jaga Keharmonisan Keluarga, Gus Ali Ahmad Apresiasi Griya Curhat

Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Abdul Hakim, di hadapan Tim 5 dan awak media menegaskan, jika dukungan kepada Arief tidak ada keraguan lagi dan murni atas aspirasi kader tingkat bawah. “Sudah sepantasnya bapak Arief Wicaksono mendapat rekomendasi dari DPP, karena beliau adalah kader murni, tidak ada keraguan sedikitpun dan tidak ada persoalan apapun dari kalangan partai, semua mendukung Arief Wicaksono,” kata Hakim.

Ia menambahkan, jika semua struktur partai dari cabang hingga ranting sudah bulat untuk mendukung Arief dan akan bekerja keras dalam memenangkan pilkada tahun mendatang. Bahkan segala aturan termasuk akan mengajukan surat kepada DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur sudah disiapkan oleh tim untuk menutup celah hukum yang termaktub dalam Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga partai berlambang banteng itu.

“Kebulatan tekad ini bukan hanya sekadar kata-kata namun hasil musyawarah ranting selama 3 sampai 4 bulan terkahir sehingga muncul nama Bapak Arief Wicaksono, dan tidak ada satupun yang tidak mendukung beliau,” tegasnya.

Arief Optimis Rebut Kursi Wali Kota Malang di Pilkada
Maju sebagai bakal calon wali kota atas dukungan para kader dan simpatisan partai, menorehkan rasa optimisme Arief Wicaksono. Ia yakin dapat memenangkan pilkada tahun 2018 mendatang dengan mengalahkan calon petahana H. Moch Anton. “Saya sangat optimis untuk menang di pilkada,” kata Arief usai mendaftar di Tim 5 DPC PDI Perjuangan Kota Malang.

Keputusan mendaftar sebagai bakal calon wali kota juga didasarkan atas amanat partai yang menyebut jika suatu daerah memiliki suara minimal 20 persen, maka di daerah tersebut partai wajib mencalonkan kepala daerah dalam pilkada dan di Kota Malang PDI Perjuangan dalam pileg lalu memperoleh suara sekitar 24 persen. Hal itu merupakan modal politik yang merupakan awalan sebelum benar-benar bertempur di medan pilkada Kota Malang.

Baca Juga :   The Surface Associated with Making a request Exist Physical activities Probabilities Any time Introducing Your Rugger Promise Online

“Saya ini menuruti keinginan teman-teman yang ada di bawah, semua mendukung saya dan mencalonkan saya, maka saya bertekad maju sebagai bakal calon wali kota,” tandasnya.

Ditanya soal visi, Arief mengaku jika hal besar yang akan dilakukannya jika menjadi wali kota adalah berusaha mensejahterakan masyarakat dan memajukan Kota Malang, termasuk membangun komitmen dan hubungan baik dengan berbagai jajaran untuk menciptakan suasana Kota Malang yang kondusif, tentram dan maju di masa mendatang.

“Saya tentu punya visi dan misi besar, saya selama jadi ketua dewan sudah tahu apa kelebihan dan kekurangan pemerintahan ssaat ini namun belum saatnya saya keluarkan karena saat ini saya masih mendaftarkan diri,” tukasnya.

Pandangan Soal Sutiaji

Salah satu fenomena politik jelang Pilkada Kota Malang adalah sosok Sutiaji yang mengagetkan publik dengan mendaftar sebagai bakal calon wali kota melalui DPC PDI Perjuangan Kota Malang. Kehadiran pria yang juga Wakil Wali Kota Malang itu mencuatkan prediksi banyak pihak jika perebutan rekomendasi dari DPP akan semakin ketat. Namun, kondisi itu rupanya ditanggapi lain oleh Arief Wicaksono.

Menurutnya, sosok Sutiaji adalah kekuatan baru partai, dan menambah sosok dari kalangan religisu. Arief bahkan memandang jika kebersatuan sosok nasionalis dan religius sebagai komposisi pasangan calon dalam Pilkada Kota Malang merupakan jurus ampuh untuk memnangkan kompetisi.

“Sosok nasionalis dan religius bergandengan itu sangat perlu apalagi sebagai sebuah pasangan calon, sehingga saya menganggap kedatangan pak Sutiaji adalah kekuatan baru bagi partai,” ungkapnya.

Nama Sutiaji dan Arief Wicaksono merupakan  dua tokoh yang sudah digadang-gadang akan maju dalam ajang Pilkada Kota Malang. Jika keduanya berangkat dari partai yang sama, dan mendapatkan rekomendasi dari DPP, akan menjadi pasangan yang harus diperhitungkan oleh lawan politiknya kelak.

Baca Juga :   Mutasi Besar Diawal Tahun, Sutiaji Lantik 31 Pejabat di Pemkot Malang

Terkait rekomendasi, Arief mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai PDI Perjuangan dan akan menerima dengan lapang dada apapun keputusan partai termasuk pilihan terburuk yakni Arief tidak mendapatkan rekomendasi dari partai. Selaku kader, ia akan berjuang habis-habisan dalam pilkada tahun depan.

Leave a Reply