Lanjutan Sidang Tipikor, Nanda Kembali Disebut Tak Pernah Bahas Uang Pokir

PolitikaMalang – Sidang dugaan kasus suap APBD – Perubahan Kota Malang dengan 18 orang terdakwa mantan anggota DPRD kembali digelar pada Rabu (24/10).

Dua saksi dihadirkan dalam persidangan yang dibagi dalam dua sesi itu. Dua orang saksi dimaksud adalah Mantan Ketua Komisi C, Bambang Sumarto dan Mantan Ketua Komisi D, Imam Fauzi.

Bambang Sumarto menegaskan, jika ia tidak pernah melihat dan mendengar anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, membahas soal uang pokir.

“Saya tidak pernah mendengar Bu Nanda mengusulkan uang pengganti Pokir,” kata Bambang Sumarto.

Selain itu ia juga tak pernah melihat atau mendengar jika sosok Ya’qud Ananda Gudban menerima uang pokir sebagaimana dalam dakwaan.

Dalam keterangannya, Bambang Sumarto, tegas mengatakan, jika ia tidak pernah membahas uang pokir bersama dengan pihak pemerintah. Ia mengatakan, awalnya pokok pikiran merupakan hal yang wajar dibahas pada saat KUA PPAS, di sana ada masukan dari beberapa anggota dewan untuk eksekutif yang dalam hal ini diwakili oleh para organisasi perangkat daerah (OPD).

Komisi C yang membawahi masalah infrastruktur kala itu banyak mendapat saran dan masukan dari anggota komisi lainnya. Nah, Masukan dan saran pembangunan itulah yang disebut sebagai pokok pikiran.

Diterangkan Bambang, pada saat bulan Juni 2015 itu memang ada kabar yang menyebut sejumlah pokir yang dimaksud akan diganti dengan uang untuk anggota dewan. Kabar angin itu tidak ditanggapi Bambang Sumarto dengan serius.

“Bahkan dalam rapat kerja bersama dengan dinas uang pokir itu tidak pernah dibahas,” kata Bambang.

Jaksa Penuntut Umum juga memutar beberapa rekaman percakapan dan pesan singkat antara Bambang Sumarto dan Arief Wicaksono, akan tetapi, ia membantah jika hal itu berkaitan dengan uang pokir sebagaimana dalam dakwaan.

Baca Juga :   Showmanship Almost limitless Bucks & Girls 15 minutes Instructions

“Saya pernah dipanggil oleh Ketua Dewan Arif Wicaksono ke ruangannya dan disana ada beberapa ketua fraksi,” ujarnya.

Kala itu Bambang menegaskan jika ia tidak pernah mendengar pembahasan soal uang pokir oleh para ketua fraksi bersama denga Ketua DPRD dan bahkan ia menolak dengan keras adanya uang tersebut.

“Pak Ketua kala itu dengan nada ‘cengegesan’ bicara soal bagaimana jika pokir diganti sejumlah uang. Tapi saya menolak keras hal itu, lalu kemudian saya keluar ruangan,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa saksi yang pernah dihadirkan tidak ada yang pernah menyebut Ya’qud Ananda Gudban membahas atau menerima uang pokir. Bahkan, berdasarkan kesaksian para saksi di persidangan Nanda, sapaan akrabnya dikenal sosok yang pintar dan menguasai keilmuwan di DPRD.

Leave a Reply