Libatkan Partisipasi Masyarakat Cegah Covid-19, Bupati Malang Launching Desa Seribu Gentong

PolitikaMalang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM didampingi Forpimda Kabupaten Malang melaunching Desa Seribu Gentong Lawan Corona dengan menjaga tradisi cuci tangan, kaki dan berwudhu sebelum masuk rumah. Pencanangan yang digelar di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang, Kamis (9/4) siang ini sebagai upaya pencegahan dalam melawan penyebaran virus Covid-19. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD beserta Anggotanya, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar serta Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad, Kepala OPD, Muspika Bululawang serta tokoh masyarakat setempat.

“Luar Biasa”. Itulah kata-kata yang terlintas usai melaunching Desa Seribu Gentong ditengah wabah yang saat ini melanda dunia. Pasalnya hal ini menjadi harapan besar kedepan bisa diterapkan di daerah lainnya. Menurut pria yang akrab disapa Abah ini mengatakan, “Yang bisa mencegah dan menolong manusia yakni Allah SWT dan manusia itu sendiri yang harus berupaya (ikhtiar) dalam melakukan pencegahan itu. Kita harus Lawan Covid-19 dengan semampunya seperti yang sudah dianjurkan untuk berdiam di rumah, tidak berinteraksi dengan orang lain untuk sementara demi memutus rantai penyebarannya. Physical distancing merupakan langkah terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, khususnya dalam tiga hari ini mulai besok (10/4) saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berdiam di rumah dan mulai besok akan dibagikan khusus bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) beras 10 kg tiap satu keluarga,” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa kedatangannya ini atas permintaan Gus Ainun (tokoh agama) dan kepala desa setempat (Baharudin) untuk melaunching seribu gentong sebagai protokol ketika memasuki rumah. Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19 secara efisien dengan mencuci tangan menggunakan air yang mengalir, kalau handsanitizer itu alternatif kedua. Disamping itu juga bisa sekaligus berwudhu khususnya bagi umat muslim dengan harapan mensucikan diri secara lahir maupun batin,” ungkapnya ditemui awak media. Berbicara mengenai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), usai melakukan video conference yang diikuti Bupati/Walikota se-Jawa Timur bersama Kapolda, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Jawa Timur, Pak Sanusi menyatakan secara resmi bahwa Malang tidak akan melakukan PSBB tersebut.

Baca Juga :   Gelar Sosialisasi 4 Pilar bersama Guru, Gus Ali Tekankan Ideologisasi sejak dini di Dunia Pendidikan

Sementara, Ferry mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya menjaga diri agar masing-masing individu bisa melakukan pencegahan virus dengan mengikuti anjuran pemerintah (#dirumahsaja). “Virus ini tidak mengenal siapapun, entah pejabat maupun rakyat kecil sekalipun jika tidak menjaga diri juga akan terkena. Jangan anggap hal ini sepele, apalagi di Bululawang banyak pondok-pondok pesantren, tolong sadarkan masyarakat kita melalui ulama-umaro, jangan sampai salah satu dari kita menjadi penyebab orang lain menderita (dholim). Contoh kecil saat kita keliling tadi, saya melihat masih banyak yang tidak menggunakan masker, upayakan jika keluar rumah gunakan itu. Mari kita edukasi warga bahwa virus ini sangat berbahaya, jaga jarak saat berkomunikasi dengan siapapun. Desa kuwolu ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa se-Kabupaten Malang khususnya,” tegas Dandim. 

Leave a Reply